‘Tsunami’ Bintang Laut, Rusak Terumbu Karang Great Barrier Reef

Rabu, November 27, 2013


Bintang laut Mahkota Berduri bertanggung jawab atas punahnya 40% terumbu karang 
di Great Barrier Reef selama 27 tahun terakhir. (Credit: ABC licensed)

Hamparan karang di Great Barrier Reef terancam rusak oleh wabah bintang laut Mahkota Berduri yang tercatat paling merusak.

Hamparan karang di Great Barrier Reef yang terletak antara Cooktown dan Cairns sudah lebih dahulu diserang wabah ini dan tercatat sudah empat kali dilanda wabah sejak tahun 1960.
"Saat ini jumlah bintang laut Mahkota Berduri terus meningkat, dan sepertinya dalam 12 bulan lagi kita akan melihat seluruh kawasan karang Great Barrier di Cairns akan tertutup bintang laut berduri,” kata Kol McKenzie, yang mengepalai Asosiasi operator Wisata Taman Laut (AMPTO). 
Para pakar menilai jumlah tutupan Mahkota Berduri terus bertambah. Setidaknya saat ini ada jutaan bintang laut Mahkota Berduri yang tersebar sepanjang ratusan kilometer, dan terus bergerak kearah selatan searah dengan arus laut.
"Saat ini memang belum terlalu padat, tapi jumlahnya sudah pasti terus bertambah dan melonjak jauh dari catatan sebelumnya," kata Profesor Morgan Pratchett dari Pusat Riset Studi Terumbu Karang di  Universitas James Cook.
Pratchett memperkirakan dalam waktu dekat wabah bintang laut Mahkota Berduri ini akan menutupi hamparan terumbu karang Great Barrier Reef di perairan Townsville dan Whitsundays.
Bintang laut Mahkota  Berduri adalah spesies asli, dan Profesor Peter Doherty dari Institut Ilmu Kelautan mengatakan ada bukti-bukti kalau wabah bintang laut ini merupakan fenomena alami.
"Bintang laut itu sebenarnya adalah tumpukan kulit dan duri yang melapisi Gonad (organ reproduksi bintang lau) yang dipersenjatai sangat baik untuk menemukan dan memakan karang.  Jadi cepat atau lambat spesies ini memang akan mewabah," katanya.
Pratchett menambahkan teori lain menyebutkan ledakan jumlah bintang laut di kawasan hamparan terumbu karang Great Barrier Reef turut dipicu oleh kegiatan manusia. Terutama oleh meningkatnya pemakaian pupuk yang kemudian terbawa arus ketika banjir.
"Banjir  yang terjadi selama musim hujan banyak mengandung endapan dan unsur hara. Dan itu mendorong tumbuhnya plankton yang kemudian meningkatkan sel tumbuhan dan menyediakan kondisi makanan yang sempurna untuk Mahkota Berduri dan kombinasi dari situasi itu membuat jumlah bintang laut melonjak pesat.” Paparnya.
Meski penyebab pasti dari ledakan bintang  laut Mahkota Berduri ini masih diperdebatkan, sejumlah pakar setuju kalau kondisi air laut yang buruk dan limpasan dari kawasan pertanian, kian memperburuk masalah.
Ancaman utama Great Barrier Reef
Belum lama ini pemerintah federal meluncurkan penilaian strategis dari terumbu karang Great Barrier Reef dan Mahkota Berduri serta limpasan pertanian masuk dalam daftar ancaman utama  bagi hamparan terumbu karang terbesar didunia yang terletak di Laut Coral, di lepas pantai Queensland, Australia tersebut.
Faktanya, dalam studi terbaru AIMs, Mahkota Berduri bertanggung jawab atas lebih dari hilangnya 40% terumbu karang di hamparan terumbu karang Great Barrier Reef selama lebih dari 27 tahun terakhir.
Professor Doherty dari Institut Kelautan Australia mengatakan saat ini hamparan terumbu karang di Great Barrier Reef berada pada kondisi paling buruk sejak monitoring di kawasan itu dilakukan sejak 30 tahun lalu.
Terobosan terbaru untuk memerangi dominasi bintang laut di terumbu karang ini dicapai lewat senjata racun sekali tembak yang ditemukan tahun ini. Mekanisme penyuntikan racun dibagian lengan bintang laut ini diakui efektif menjauhkan bintang laut dari kawasan terumbu  karang yang sering dikunjungi wisatawan tersebut.
Namun menurut Nick Heath dari WWF  mekanisme suntikan racun satu kali tembak ini tidak akan mencegah atau menghentikan wabah bintang  laut Mahkota berduri.
"Jumlah bintang laut Mahkota Berduri sudah terlalu ban yak, ini seperti Tsunami dan tidak ada upaya manusia yang bisa mencegah mewabahnya bintang laut ini,” katanya.
Heath mengatakan solusi jangka panjang untuk mencegah lonjakan bintang laut mahkota berduri ini harus melibatkan perbaikan kualitas air dan upaya lanjutan untuk mencegah limpasan dari kawasan pertanian yang perlu melibatkan industri pertanian.

The Great Barrier Reef adalah sistem terumbu karang terbesar di dunia yang terletak di Laut Coral, di lepas pantai Queensland, Australia.  Hamparan terumbu  karang ini diperkirakan terdiri dari lebih dari 2.900 terumbu individual dan 900 pulau. Terhampar sepanjang lebih dari 2.600 kilometer, di atas lahan seluas sekitar 344.400 kilometer persegi, membuat  kawasan Terumbu Karang ini dapat dilihat dari luar angkasa dan menjadi  struktur tunggal terbesar di Bumi yang dibuat oleh organisme hidup. Peter McCutcheon # http://www.radioaustralia.net.au #

3 komentar:

ace maxs mengatakan...

wihhhh ternyata kejam dan jahat banget ya binatang laut itu (y)

Nika Nurmayanti mengatakan...

ya wajar sih bisa sampai rusak liat durinya aja ngeri banget gan seremmmmm...

mampir yuuuu http://mobildatsunbandung.com/

Vin Natha mengatakan...

terimakasih untuk postingannya ;)

read more http://obatdiabetesalamijg.com/

Posting Komentar

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas