Peneliti LIPI Deny Hidayati, Salah Seorang Wanita Terinspiratif 2010

Minggu, Mei 30, 2010

Salah seorang di antara delapan penerima penghargaan Wanita Terinspiratif 2010 dari Ibu Negara Any Yudhoyono pada 30 April lalu adalah Deny Hidayati. Peneliti LIPI itu telah bekerja keras membuat buku serial pesisir-laut untuk siswa SD sampai SMA.

KETIKA menceritakan pengalamannya menerima penghargaan dari ibu negara di Plaza Senayan itu, wajah Deny Hidayati berbinar. Dia terpilih sebagai Wanita Terinspiratif kategori pendidikan.

''Saya terima kabar lewat telepon. Diberi tahu bahwa saya masuk dalam jajaran calon penerima penghargaan Wanita Terinspiratif 2010,'' katanya ketika ditemui di kantornya, Pusat Penelitian Kependudukan (P2K) LIPI, Kamis lalu (6/5). ''Saya kaget,'' tambahnya.

Wanita berambut sebahu itu sama sekali tidak menyangka menjadi salah seorang peraih penghargaan. Namun, dia bangga. Sebab, peraih penghargaan tersebut diseleksi dari 100 wanita dari seluruh wilayah di Indonesia, kemudian diciutkan menjadi 39 orang.

Penghargaan dibagi menjadi delapan kategori. Salah satunya kategori pendidikan. Informasi tersebut, kata perempuan berkacamata itu, sangat kurang. ''Kan saya juga pengen tahu, kenapa kok saya yang dipilih dari kategori pendidikan. Siapa tahu, ada yang lebih hebat dan berprestasi. Seperti yang kita tahu, populasi wanita di Indonesia itu lebih dari 50 persen,'' paparnya.

Dia mengaku minder ketika disandingkan dengan tujuh pemenang penghargaan lainnya. ''Bayangkan, ada yang berdedikasi dan punya prestasi hebat di bidang lingkungan. Ada juga seorang bidan yang concern dengan autisme. Mereka semua hebat-hebat,'' ujarnya.

Namun, Deny juga hebat. Perempuan kelahiran 11 April 1967 itu mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mengam panyekan pelestarian lingkungan, khususnya habitat dan ekosistem laut. Lewat jalur edukasi, dia beserta timnya membuat serial buku pesisir dan laut untuk tingkat SD, SMP, serta SMA. Berkat kiprahnya itu pula, tahun lalu Deny juga meraih Indonesia Berprestasi Award.

Paket bukunya yang diberi nama Serial Buku Pesisir dan Laut Kita merupakan buku pendidikan kelautan terlengkap di Indonesia saat ini. Semua buku tersebut telah divalidasi Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional (Puskur Kemendiknas). ''Tujuan validasi adalah agar buku tersebut bisa diimplementasikan di sekolah-sekolah kawasan pesisir yang menjadi target kami,'' jelas Deny.

Selain menyusun buku paket, dia merancang pelatihan untuk guru-guru di kawasan pesisir. Sebab, mayoritas guru di daerah tersebut tidak punya bekal pengetahuan yang cukup tentang kelautan.

Mengapa memilih menggarap pesisir? ''Minimnya informasi dan pengetahuan tentang potensi daerah pesisir bakal berakibat pada perusakan habitat dan ekosistem laut,'' kata sarjana pertanian itu.

Perempuan 49 tahun tersebut mulai concern terhadap pendidikan wilayah pesisir pada pertengahan 1990-an. Dia bersama timnya di LIPI menggarap program nasional penyelamatan terumbu karang di Indonesia, Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program). Kala itu, yang menjadi prioritas adalah penyadaran ma syarakat (public awareness).

Deny beserta timnya giat mengampanyekan pelestarian terumbu karang lewat media. Salah satunya melalui iklan layanan masyarakat. Fase pertama Coremap selesai pada akhir 1990-an. Fase kedua tidak lagi ditangani LIPI, melainkan dialihkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. LIPI kembali melakukan fungsi penelitian dan penyedia informasi.

Berkaca pada fase pertama, wanita asli Palembang, Sumatera Selatan, itu menilai target penyadaran masyarakat cukup berhasil. Iklan layanan masyarakat besutan LIPI banyak dikenal. Bahkan, tim LIPI berhasil mendapatkan penghargaan internasional atas program public awareness tersebut.

Namun, program itu tidak memberikan efek kesadaran yang berlangsung lama. ''Waktu ada iklan, ingat. Tapi, setelah iklannya tidak tayang lagi, ya lewat begitu saja,'' ujar Deny.

Karena itu, dia memilih jalur edukasi sebagai cara paling tepat untuk membuat program penyadaran masyarakat berkesinambungan.

Alumnus The Australian National University itu membidik sekolah. ''Program akan sustained kalau masuk jaringan sekolah,'' ungkap Deny yang mempelajari ilmu ekologi manusia untuk pendidikan S-3-nya itu.

Tidak menunggu lama, begitu fase pertama program berakhir, Deny yang menjabat koordinator edukasi Coremap tersebut bersama timnya merancang program pelatihan bagi para guru di kawasan pesisir. Program itu berjalan, namun belum merata. ''Selain belum sistematis, materinya masih sporadis,'' jelas wanita yang tinggal di kawasan Benhil itu.

Dia lantas menggandeng rekan-rekannya di Pusat Penelitian Oceanografi. Sebab, Deny bukan ahli kelautan. Dia adalah seorang insinyur pertanian. Bersama rekan-rekannya, dia merancang pelatihan untuk guru dengan materi yang lebih padat serta lengkap.

Inti pelatihan pendidikan kelautan, selain materi, adalah proses pembelajaran yang menye nangkan (joyful learning). ''Jadi, kami merancang materi dan cara mengajar yang menye nangkan. Dengan demikian, murid tidak mudah bosan karena pembelajaran kebanyakan dilakukan di luar ruangan dengan memanfaatkan benda sekitar,'' paparnya.

Setelah paket pelatihan guru, Deny langsung beralih pada paket buku yang digunakan para murid. Awal 2000, dia mulai membuat buku. Agar bisa diimplementasikan di sekolah, buku-buku tersebut divalidasi oleh Puskur Kemendiknas.

Pada 2006, Deny dan timnya me-launching paket serial Buku Pesisir dan Laut Kita untuk tingkat SD lengkap dengan buku panduan gurunya. Disesuaikan dengan usia anak SD, buku itu dibuat semenarik mungkin de ngan warna-warna cerah serta ilustrasi yang beragam. Dua tahun kemudian, giliran paket buku SMP dan SMA dirilis. Pada 2010, Deny merilis buku-buku tambahan semacam glossary.

Semua buku tersebut bisa diperoleh secara gratis, tapi khusus untuk daerah pesisir. ''Untuk Indonesia Timur, ada tujuh kabupaten, sedangkan di Indonesia Barat delapan kabupaten. Semua sudah mendapat pelatihan dan menerima paket buku tersebut,'' jelasnya.

Kini, paket buku itu diserahkan sepenuhnya kepada Kemendiknas. Paket buku tersebut tidak dijual bebas. Karena itu, Deny berharap ada tindak lanjut dari Kemendiknas. ''Ya mungkin diterbitkan dalam bentuk e-book atau semacamnya,'' katanya.

Deny bersyukur kini mulai banyak sekolah di kawasan pesisir yang mengajukan permohonan pelatihan pendidikan kelautan. Bahkan, di beberapa kabupaten, pendidikan kelautan sudah menjadi mata pelajaran muatan lokal. ''Saya yakin, ke depan semakin banyak kaum akademisi di kawasan pesisir yang sadar akan kebutuhan edukasi tentang kelautan,'' ujarnya. (*/c5/cfu)

Source : http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=132854




READ MORE - Peneliti LIPI Deny Hidayati, Salah Seorang Wanita Terinspiratif 2010

Kontes Inovator Muda 5 Dimulai,..


READ MORE - Kontes Inovator Muda 5 Dimulai,..

Pelatihan Penyusunan Silabus Muatan Lokal Kelautan, COREMAP II LIPI

Minggu, Maret 07, 2010


Guna menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar muatan lokal kelautan, tim Edukasi Coremap II LIPI melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Silabus Muatan Lokal Kelautan, dimana pada pelatihan tersebut berkumpul perwakilan dari guru muatan lokal tingkat SD, SMP dan SMA sekaligus pengawas dan TPK (Tim Pengembang Kurikulum) dari 7 wilayah Kabupaten Coremap II di Indonesia Timur.
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan pelatihan guru, yang sebelumnya telah digarap oleh tim Edukasi Coremap II LIPI, dimana pada tahap lanjutan ini peserta pelatihan dapat menyusun silabus sampai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sehingga nantinya silabus tersebut dapat langsung digunakan oleh guru-guru muatan lokal di sekolahnya masing-masing.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 4 hari di Makassar ini, dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prop. Sulsel yang mana juga merupakan Kepala RCU Coremap II Propinsi Sulawesi Selatan dengan melibatkan Dinas Pendidikan setempat serta  Kementrian Pendidikan Nasional dalam hal ini Pusat Kurikulum Pendidikan Nasional.


Sebelum melakukan penyusunan silabus dan RPP, peserta terlebih dahulu dibekali dengan berbagai materi, yaitu : materi ekosistem kelautan dan pesisir oleh Dr. Soekarno, materi konsep pendekatan pendidikan kelautan oleh Dr. Deny Hidayati, materi pengembangan kurikulum muatan lokal kelautan oleh Dr. Naniek Sri Sayekti dan materi pengintegrasian ekonomi kreatif, keunggulan budaya dan enterpreunership dalam pembelajaran kelautan oleh Dra. Sri Hidayati, M.Si. Selanjutnya peserta dibagi berkelompok sesuai dengan wilayah serta jenjang nya untuk menyusun silabus dan RPP yang dipandu oleh M. Abrar S.Si. beserta para nara sumber yang lain dan  hasil kerjanya dipresentasikan . Produk dari kegiatan ini adalah silabus dan RPP Kabupaten Sikka, Wakatobi, Buton, Biak, Raja Ampat , Pangkep dan Selayar. Silabus dan RPP tiap wilayah tersebut diharapkan dapat digunakan seluruh guru Mulok di wilayah tersebut dengan sedikit penyesuaian di setiap sekolah.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 4-7 Maret tersebut, berlangsung lancar dengan animo yang cukup tinggi dari para peserta. Panitia pun berharap melalui kegiatan ini, muatan lokal kelautan dapat diterapkan dengan baik di sekolah - sekolah seluruh kabupaten COREMAP II wilayah Indonesia Timur sebagai bentuk peduli kita terhadap lingkungan laut khususnya ekosistem terumbu karang.


READ MORE - Pelatihan Penyusunan Silabus Muatan Lokal Kelautan, COREMAP II LIPI

Kompetisi Desain Poster Terumbu Karang COREMAP II - DEEP INDONESIA 2010

Rabu, Februari 17, 2010

Latar Belakang.
Pameran DEEP Indonesia 2010 adalah sebuah pameran internasional yang memamerkan perkembangan aktivitas selam, wisata petualangan dan olah raga air di Indonesia, yang akan diselenggarakan mulai tanggal 12–14 Maret 2010 di Hall A, Jakarta Convention Center.

Deep Indonesia 2010 memiliki sasaran untuk mempromosikan industri wisata bahari melalui kegiatan selam, olah raga perairan dan wisata petualangan sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai laut dan sumber daya kelautan.

Salah satu tujuan dari pameran DEEP Indonesia 2010 adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan hidup terutama lingkungan hidup kelautan dan sumber daya kelautan. Tujuan inilah yang menjadi dasar dari diselenggarakannya Kompetisi Desain Poster Digital oleh PT. Exhibition Network Indonesia, sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan Coremap II, sebuah lembaga rehabilitas terumbu karang di bawah Departemen Kelautan & Perikanan Indonesia.


DEEP Indonesia 2010 didukung sepenuhnya oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi telah mencanangkan pameran DEEP Indonesia sebagai salah satu agenda nasional untuk pengembangan industri selam dan wisata bahari di tanah air. DEEP Indonesia 2010 juga mendapat dukungan penuh dari media-media komunitas terkait tingkat internasional.

LINGKUP KARYA DAN PESERTA KOMPETISI

Kompetisi desain poster dalam wujud digital untuk umum.
Poster merupakan medium komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan yang singkat tetapi padat, dan impresif karena ukurannya yang relatif besar. Desain poster digital yang dimaksud adalah karya poster dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/ digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital agar berwujud digital. Tujuan digitalisasi ini adalah agar mempercepat, mempermudah dan mengurangi pengeluaran biaya pencetakan. Walaupun bentukan akhirnya adalah digital, tetapi peserta Kompetisi dianjurkan untuk melakukan penilaian ulang mengenai faktor ukuran sebenarnya dari poster tersebut; yaitu setara dengan 60 x 90 cm.

OBJEKTIF KOMPETISI.
  1. Tema poster:
    “Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang untuk Kesejahteraan“
  2. Target poster:
    “Sasaran utama komunikasi adalah untuk merubah prilaku masyarakat untuk
    meningkatkan partisipasi dalam kelestarian terumbu karang”.
  3. Tujuan poster:
    • mengkomunikasikan tema,
    • menggugah masyarakat umum untuk menjadi individu/komunitas yang aktif berpartisipasi menjadi pelestari lingkungan hidup dan sumber daya kelautan,
    • menghidupkan kecintaan para nelayan dan masyarakat umum akan manfaat
      kelestarian alam untuk kekayaan potensi kehidupan laut, serta keindahan alamnya,
    • menggugah kesadaran para nelayan dan masyarakat umum agar melakukan upaya pencegahan individu/kolektif atas perusakan kehidupan kelautan.
  4. Anjuran:
    Peserta Kompetisi dianjurkan untuk memperdalam referensi tentang tema Kompetisi,
    membangun esensi masalah dan sasaran komunikasi (terutama cara pemilihan gaya
    bahasa atau kata-kata yang cocok untuk masyarakat Indonesia secara umum), serta
    mengkaji manfaat desain dan fungsi poster. Terlampir dokumen "Ekosistem Terumbu
    Karang" yang dapat digunakan sebagai acuan dasar pembuatan konsep visual.
KETERANGAN TEKNIS KOMPETISI.
  1. Format karya poster:
    • karya asli: dibuat dengan format RGB, tiff, ukuran 3543 x 5315 pixels (setara dengan 60 x 90 cm, 150 pixels/inch), posisi vertikal,
    • thumbnail (perkecilan) karya: dibuat dengan format RGB, jpg, ukuran 534 x 800 pixels (setara dengan 9 x 13.5 cm, 150 pixel/inch), posisi vertikal, file size < 220 KB.
  2. Ketentuan karya:
    • teknis dan gaya visualisasi bebas, orisinal, asli 100% buatan sendiri dan tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta (pastikan apabila menggunakan gambar/foto yang didownload dari internet atau dari sumber manapun, hak ciptanya ada pada peserta) dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan),
    • apabila ada pembuktian pelanggaran ketentuan ini, karya akan dianulir dan/atau
      dibatalkan penghargaannya,
    • karya bisa berupa hasil kerja individual atau kolaborasi dengan mengatasnamakan salah satu individu yang terlibat penuh dan memenuhi persyaratan sebagai peserta,
    • karya bisa dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau
      dibuat/digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital,
      sehingga berwujud digital,
    • hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta. Panitia, penyelenggara dan pihak sponsor berhak mempublikasikan karya tersebut dengan memberi informasi/kredit pemilik hak ciptanya.
  3. Ketentuan isi paket/amplop pengiriman karya:
    • 1 buah CD (compact disc) berisi karya asli dan thumbnail karya
    • 1 buah komputer printout karya ditempel ke atau pada kertas A4 tebal
    • 1 formulir registrasi Kompetisi (cetakan/printout/ foto kopi) yang sudah diisi lengkap (biodata dan penjelasan/rasionalisasi karya)
    • 1 buah photocopy KTP
    • Tulis “Kompetisi Desain Poster Deep Indonesia 2010” pada sudut kiri atas amplop dan amplop tidak digulung/dilipat.
  4. Waktu dan alamat pengiriman karya:
    • paket/amplop karya selambat-lambatnya diterima di alamat panitia tanggal:
      5 Maret 2010, jam 17.00 wib (BUKAN CAP POS)
    • karya dikirim langsung/via pos ke alamat panitia.

PENJURIAN.
Seluruh karya terkirim akan mendapat kesempatan dinilai oleh dewan juri yang akan dilakukan pada tanggal 9 maret 2010. Satu nama peserta hanya punya kesempatan untuk mendapat satu penghargaan.

Dewan Juri terdiri dari profesional di bidang desain grafis dan advertising, serta wakil dariCoremap II.

Keputusan dewan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan komunikasi atau surat menyurat. Jika setelah hasil keputusan juri, kemudian terbukti karya pemenang mengandung unsur pelanggaran ketentuan Kompetisi (terutama pelanggaran unsur hak cipta dan adanya penjiplakan/plagiasi), maka karya tersebut dapat dibatalkan sebagai pemenang, termasuk pembatalan penghargaannya.

Hal yang dijadikan dasar penilaian juri adalah:
- orisinalitas karya,
- kesesuaian tema dan konsep desain,
- lingkup kedalaman eksplorasi tema serta komunikatif dalam menyampaikan pesan,
- inovasi serta sisi artistik penyajian visual.

PENGHARGAAN.

Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan sertifikat dan hadiah apresiasi, dalam bentuk sebagai berikut:
  • Pemenang pertama: uang Rp. 5.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor
  • Pemenang kedua: uang Rp. 3.000.000,- dan hadiah hiburan sponsor
  • Pemenang ketiga: uang Rp. 2.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor
  • Beberapa peserta finalis lainnya akan mendapat hadiah dari sponsor.
Karya pemenang, finalis dan beberapa karya peserta yang layak, akan dipamerkan di acara DEEP Indonesia 2010, tanggal 12–14 Maret 2010 di Hall A, Jakarta Convention Center, dan akan diberikan sertifikat tanda keikutsertaan pameran dan publikasi tingkat internasional.
Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada acara tersebut pada tanggal 14 Maret 2010. Karya finalis juga akan ditayangkan mulai tanggal 10 Maret 2010 di situs internet dengan alamat:
http://www.fdgi.info/
http://www.desaingrafisindonesia.co.cc/.

INFORMASI LEBIH LANJUT:
Panitia Kompetisi Desain Poster
Terumbu Karang Coremap II
Jl. Tebet Barat 5C no 30
Jakarta 12810
KONTAK PANITIA: (harap tidak via sms)
Stella: 0812 959 8875 / 021 985 38382
Caroline Wong: 0817 999 2992 / 021 973 92929

INFORMASI INI DAN FORM REGISTRASI KOMPETISI BISA DIAKSES DARI:
http://www.deepindonesia.com/
http://www.fdgi.info/
http://www.xnetindonesia.com/
http://www.dkp.go.id/
http://www.coremap.or.id/
READ MORE - Kompetisi Desain Poster Terumbu Karang COREMAP II - DEEP INDONESIA 2010

Terumbu Karang Rusak, Dua Pulau di Lombok Timur Tenggelam

Kamis, Januari 28, 2010

MATARAM | SURYA Online - Dua buah gili (pulau kecil) di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tenggelam akibat kerusakan terumbu karang.

Bupati Lombok Timur, M Sukiman Azmy, mengemukakan hal itu saat dialog dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata, usai peresmian prototype Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Hybrida di Ketapang, Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (22/12).

“Sudah ada dua gili yang tenggelam akibat kerusakan terumbu karang dan saya tidak menghendaki hal itu terulang kembali,” ujarnya.

Dua gili yang dimaksud yakni Gili Pengadah dan Gili Kapal yang luasnya sekitar belasan hektare namun telah punah (tenggelam) akibat kerusakan terumbu karang. Dua gili tersebut bagian dari delapan gili yang pernah ada di Selat Alas Kabupaten Lombok Timur. Enam gili lainnya yakni Gili Kondo, Gili Lawangan, Gili Sulat, Gili Bidara, Gili Lampu, dan Gili Bagik.

Kini, Gili Kondo pun terancam punah akibat ulah kelompok masyarakat yang mengeksploitasi terumbu karang secara besar-besaran.

Untuk menggapai gili-gili di Selat Alas itu, dapat menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Laut Kayangan di ujung timur Pulau Lombok, yang memerlukan waktu tempuh sekitar satu jam.

Sementara jarak tempuh dari Mataram, Ibukota Provinsi NTB ke Pelabuhan Kayangan lebih dari 100 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Secara keseluruhan, di perairan Kabupaten Lombok Timur terdapat 33 buah gili dari total 278 buah gili yang menyebar di berbagai wilayah kabupaten di NTB.

Sukiman mengatakan, pihaknya tengah memprogramkan pemberdayaan masyarakat yang teridentifikasi sebagai pelaku pengrusakan terumbu karang di perairan Lombok Timur.

“Kami sudah alokasikan sejumlah dana di APBD tahun 2010 yang sudah direstui kalangan legislatif untuk memberdayakan masyarakat yang sering merusak terumbu karang,” ujarnya.

Menurut Sukiman, perusak terumbu karang dari kalangan nelayan akan dimodali peralatan penangkapan ikan agar melupakan terumbu karang. Demikian pula, masyarakat dari kalangan petani dan peternak yang selama ini ikut-ikutan merusak terumbu karang sehingga dua buah gili punah, akan diberikan modal usaha tani ternak.

“Bahkan, akan diberi sapi untuk dikembangkan guna menghasilkan pendapatan keluarga yang menjanjikan,” ujarnya.

Sumber : Surya Online, 22 Desember 2009
READ MORE - Terumbu Karang Rusak, Dua Pulau di Lombok Timur Tenggelam

Coremap II Gelar Pemilihan Duta Karang

Rabu, November 11, 2009

RANAI- Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II Kabupaten Natuna menggelar pemilihan Duta Karang tingkat SLTA, Senin (5/10). Nantinya, peserta yang terpilih akan diutus ke pemilihan Duta Karang tingkat nasional.

Ketua Panitia, Syahran Mulatua mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari sembilan sekolah setingkat SLTA. Selain pemilihan Duta Karang, Coremap II juga menggelar acara sosialisasi tentang pengelolaan dan manfaat terumbu karang bagi kalangan pelajar.

"Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terciptanya kecintaan terhadap terumbu karang dan lingkungan sekitarnya di lokasi Coremap II terutama bagi generasi muda," katanya saat ditemui di lokasi acara di aula Hotel Fiona.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan, kata Syahran diantaranya, lomba cerdas cermat mengenai terumbu karang, festival atau kontes inovator muda melalui karya tulis ilmiah serta pemilihan Duta Terumbu Karang.

"Nanti akan pilih pelajar yang menjadi Duta Karang Kabupaten Natuna untuk diutus ke tingkat nasional seperti tahun sebelumnya yang berlangsung selama tiga hari," kata pria yang juga ketua Yayasan Lembaga Ekonomi Pengembangan Pesisir (YLEPP) ini.

Sembilan sekolah yang mengikuti kegiatan ini yaitu, SMAN 1 dan SMAN 2 Bunguran Timur, SMKN 1 Kabupaten Natuna, SMAN 1 Pulau Tiga, SMA Ansor Bunguran Selatan, SMA Abdi Umat Bunguran Timur Laut, SMK YPMN, MAN Ranai dan SMAN 1 bunguran Utara.

"Harapan kita, sejak dini kecintaan terhadap lingkungan terkhusus terumbu karang bisa terbangun dari gerasi muda," kata Syahran.

Sumber : sijorimandiri.net, edisi 06 Oktober 2009
READ MORE - Coremap II Gelar Pemilihan Duta Karang

Teliti Terumbu Karang, Siswa Kupang Juara Kontes Inovator Muda

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanasan Global yang terjadi belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Namun apakah pemanasan global juga mempengaruhi ekosistem yang ada di bawah air?

Berangkat pertanyaan itulah tiga tiga siswa dari SMA Negeri I Kupang Margaretha L. Bunga Naen, Maria P Bunga Naen dan Gabriel J.P Ghewa melakukan penelitian terhadap Pengaruh Efek Rumah Kaca Terhadap Aktivitas Fotosintesis Makroalga pada Sistem Eksosistem Terumbu Karang.

"Penelitian ini ingin mencari jawaban apa efek rumah kaca juga berpengaruh pada ekosistem terumbu karang," ucap Maria L Bunga Naen, mewakili teman-temannya, di Jakarta, Sabtu (7/11).

Dalam penelitiannya, Margaretha dan teman-temannya menggunakan metode eksperimen. Penelitian tersebut dilakukan di Pantai Teluk, Kupang, mulai 15-20 Juli 2009 lalu.

Alat yang mereka gunakan sangat sederhana, yaitu gelas ukur, baskom, termometer, neraca Ohaus dan kotak plastik. Setelah alat-alat lengkap, mereka menyiapkan Makroalga. Makroalga dimasukkan dalan gelas ukur yang telah diisi air laut, lalu letakan di tempat yang terkena sinar matahari.

"Lalu dilakukan pencatatan suhu pada pukul 07.00, 13.00 dan 18.00. Setelah melakukan analisa data dengan menggunaka hukum perbandingan volume," kata dia.

Dari eksperimen tersebut didapat bahwa kenaikan suhu udara mengganggu kehidupan terumbu karang. Kenaikan suhu udara juaga cenderung menyebabkan peningkatan pemanasan global.

"Semakin tinggi suhu udara harian maka aktivitas fotosintesis makrolaga pada ekosistem terumbu karang semakin berkurang. Volume gas CO2 yang diserap dan volume O2 yang dihasilkan kecil," ujar Margaretha,

Hal tersebut, lanjutnya, harus diminimalisir dengan mencintai lingkungan.
Caranya adalah dengan bakti lingkungan dan menanam pohon. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan plastik dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Raih Penghargaan
Penelitian yang dilakukan tiga Siswa asal Kupang itu tidak sia-sia. Mereka mendapat penghargaan sebagai juara pertama Kontes Inovator Muda IV yang diselenggarakan Lembaga Penelitaian Indonesia (LIPI).

Ketiganya mengalahkan 167 peserta lain dari seluruh Indonesia dan berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp12.000.000. Adapun, pemenang kedua pada Kontes Inovator Muda adalah siswa SMA Negeri Depansar yang meraih nilai 336 poin disusul pemenang ketiga siswa SMA 11 Makasar dengan raihan 317,5 poin.

Sumber : Kompas, 7 November 2009

READ MORE - Teliti Terumbu Karang, Siswa Kupang Juara Kontes Inovator Muda

Kontes Inovator Muda IV

Jumat, November 06, 2009

Memasuki tahun 2009, Bidang Pendidikan kembali mengadakan KIM IV, karena melihat antusias peserta yang meningkat dari tahun ke tahunnya serta manfaat yang sangat banyak yang dapat diperoleh dari kegiatan ini. Ajang kreatifitas ini tetap melibatkan siswa-siswi SMA/Sederajat di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bermaksud untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap konservasi terumbu karang yang amat berperan penting dalam keberlangsungan hidup bumi. Ajang ini diharapkan mampu menciptakan suatu ide, formula, produk ataupun aksi sebagai solusi dalam penanggulangan kerusakan ekosistem terumbu karang khususnya dikaitkan dengan isu pemanasan global.

PERINGKAT 3 BESAR HASIL KEPUTUSAN JURI SELEKSI
KONTES INOVATOR MUDA 4
BIDANG PENDIDIKAN CRITC COREMAP II – LIPI
Jakarta, Oktober 2009

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Pulau Lae-Lae tentang Peranan Terumbu Karang dalam Mengurangi Pemanasan Lokal di Kota Makassar
SMAN 11 Makassar Sulawesi Selatan

Gaby Oktavia Sari (NIS: 081095)
Hasriani Ayu Lestari (NIS: 081098)
Ridhayani Rusdin (NIS: 081070)
“Pengaruh Efek Rumah Kaca Terhadap Aktivitas Fotosintesis Makroalga Pada Ekosistem Terumbu Karang”
SMAN 1 Kupang NTT

Margaretha Liestyrayahu Bunga Naen (NIS: 21935P)
Maria Padmasanti Bunga Naen(NIS: 21537P)
Gabriel J.P Ghewa (NIS: 21877L)
“Analisis Dampak Perubahan Suhu Laut dan Limbah Pelabuhan Terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang Didesa Tanjung Benoa”
SMAN 4 Denpasar Bali

Ni Wayan Surya Dharmayanti (NIS: 6089)
A.A Istri Intan Yuniari (NIS: 6113)
A.A Pillar Dy Kusuma (NIS: 5964)
READ MORE - Kontes Inovator Muda IV

Kontes Inovator Muda III

Bidang Pendidikan COREMAP tahap II melanjutkan penyelenggaraan KIM III di tahun 2008 dengan tema “Generasi Muda Bersama Melestarikan Laut”.

Pelaksanaan final pada tanggal 25 Oktober 2008 di Jakarta.

Pemenang pertama KIM III merupakan peserta dari SMA Negeri 4 Denpasar.
READ MORE - Kontes Inovator Muda III

Kontes Inovator Muda II

COREMAP tahap II melalui Bidang Komunikasi (tahap I) yang sekarang diganti dengan Bidang Pendidikan, melanjutkan penyelenggaraan KIM II di tahun 2007 dengan tema “Pelestarian Terumbu Karang Indonesia”.

Pelaksanaan final pada tanggal 26 Agustus 2007 di Jakarta. Pemenang pertama KIM II merupakan peserta dari SMA Negeri 1 Kupang.


READ MORE - Kontes Inovator Muda II

KIM I

Bidang Komunikasi COREMAP pada tahap I telah mengadakan KIM I dengan tema “Pelestarian Terumbu Karang Indonesia” pada tahun 2003 dengan mengikutsertakan siswa SMA/Sederajat tingkat nasional.

Pelaksanaan final pada tanggal 31 Agustus 2003 di Jakarta. Pemenang pertama KIM I adalah peserta dari SMA Negeri 2 Bangka Belitung.
READ MORE - KIM I

46,5 Miliar, Anggaran Pemerintah Indonesia Untuk Penyelamatan Terumbu Karang

Jakarta. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan anggaran dana sebesar 5 juta dollar AS atau sekitar Rp 46,5 miliar untuk penyelamatan terumbu karang Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbery usai acara “Coral Reef Management Symposium on Coral Triangle Area Indonesian Ocean Policy Workshop” Di Menara Bidakara Jakarta.

Freddy menyatakan hal tersebut merupakan bukti keseriusan dari pemerintah Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu, karena melihat begitu parahnya kerusakan yang terjadi pada terumbu karang di Indonesia.

“Saya mewakili pemerintah, melalui DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan), siapapun pemerintahan yang akan datang nantinya, penyelamatan terumbu karang adalah suatu komitmen yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yang harus segera diajalankan sedini mungkin,” tegas Freddy.

Adapun penganggaran yang demikian besar tersebut bisa digunakan untuk menjalankan beberapa program berskala nasional, baik itu program yang sedang berjalan maupun program yang akan dijalankan. Sebut saja di antaranya program pendidikan dan pelatihan penyelamatan dan pelestarian terhadap terumbu karang bagi seluruh siswa SD hingga SMU di Indonesia.

Program edukasi juga berupa pemberian buku yang berisi cara penyelamatan terumbu karang. Pemerintah juga mengembangkan program pembersihan kawasan pesisir pantai dengan melibatkan masyarakat sekitar pantai.

“Sosialisasi seperti inilah yang terus kami jalankan bersama tim secara nasional, tentunya dengan didukung oleh kerja sama dari pihak terkait. Diharapkan dengan berjalannya sosialisasi ini dengan baik, maka bisa menekan angka kerusakan terumbu karang yang ada,” tandas Freddy.

Sumber: http://www.goblue.or.id
READ MORE - 46,5 Miliar, Anggaran Pemerintah Indonesia Untuk Penyelamatan Terumbu Karang

Finalis Kontes Inovator Muda 4 Tahun 2009

Rabu, November 04, 2009

PERINGKAT 3 BESAR HASIL KEPUTUSAN JURI
KONTES INOVATOR MUDA 4
BIDANG PENDIDIKAN CRITC COREMAP II - LIPI
Jakarta, Oktober 2009


Tingkat Pengetahuan Masyarakat Pulau Lae-Lae tentang Peranan Terumbu Karang dalam Mengurangi Pemanasan Lokal di Kota Makassar

SMAN 11 Makassar Sulawesi Selatan

Gaby Oktavia Sari (NIS: 081095)
Hasriani Ayu Lestari (NIS: 081098)
Ridhayani Rusdin (NIS: 081070)

“Pengaruh Efek Rumah Kaca Terhadap Aktivitas Fotosintesis Makroalga Pada Ekosistem Terumbu Karang”

SMAN 1 Kupang NTT

Margaretha Liestyrayahu Bunga Naen (NIS: 21935P)
Maria Padmasanti Bunga Naen(NIS: 21537P)
Gabriel J.P Ghewa (NIS: 21877L)

“Analisis Dampak Perubahan Suhu Laut dan Limbah Pelabuhan Terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang Didesa Tanjung Benoa”

SMAN 4 Denpasar Bali

Ni Wayan Surya Dharmayanti (NIS: 6089)
A.A Istri Intan Yuniari (NIS: 6113)
A.A Pillar Dy Kusuma (NIS: 5964)

READ MORE - Finalis Kontes Inovator Muda 4 Tahun 2009

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas