40 PERSEN TERUMBU KARANG GORONTALO RUSAK PARAH

Selasa, Maret 15, 2011


GORONTALO - Sekitar 40 persen terumbu karang di Teluk Tomini yang ada di kawasan perairan Provinsi Gorontalo, diperkirakan rusak, disebabkan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Kepada Bidang Pengelolaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, Rugaya Biki, Selasa, mengatakan kerusakan banyak terjadi pada terumbu karang di daerah pesisir yang berdekatan dengan daratan.

Meski demikian, lanjutnya, secara umum nilai tutupan terumbu karang yang tersebar di pesisir dan pulau-pulau setempat , mulai menyusut, hancur dan tergerus akibat ulah manusia. "Terumbu karang di sejumlah pulau, seperti di pulau Asiangi, Lamua Daa, Raja dan Popaya, relatif masih baik tutupannya, yakni berkisar antara 50 hingga 80 persen," katanya.

Dia mengatakan, terumbu karang di kawasan Teluk Tomini, khususnya di Provinsi Gorontalo terdiri dari dua jenis, yakni terumbu karang cincin (Atol) dan terumbu karang tepian (Fringing Reef).

Terumbu karang berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai juga menahan dan memecah energi gelombang sehingga mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya. Selain itu, terumbu karang juga berfungsi sebagai rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut.

READ MORE - 40 PERSEN TERUMBU KARANG GORONTALO RUSAK PARAH

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas