KRISIS PERIKANAN DUNIA

Kamis, Februari 17, 2011


Dikutip dari booklet "Krisis Laut dan Kawasan Pantai". Sebuah booklet yang didedikasikan untuk relawan Peugleh Pasie Aceh.

“… tahun 2048 seluruh usaha perikanan akan lumpuh total … ”

Laut kita saat ini sedang menghadapi ancaman serius. Kerusakan ekosistem laut terus terjadi baik di lautan Artik di kutub utara hingga ke lautan Antartika di kutub selatan bumi. Ini terjadi disebabkan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang tidak ramah lingkungan dan juga oleh dampak perubahan iklim yang semakin nyata kita rasakan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2048, seluruh usaha perikanan akan lumpuh total jika tidak dilakukan perubahan yang mendasar cara kita mengelola potensi kelautan dan perikanan dunia. Sejak 1900-an hingga kini, banyak jenis ikan populasinya telah menurun drastis hingga tersisa hanya sebesar 10% saja (overfishing). Sebaliknya, populasi penduduk dunia dalam era 1800 s.d. 1900 naik dari 2 ke 2,8 milyar dan dari 1900 s.d. 2010 telah meningkat menjadi 6,8 milyar jiwa. Diperkirakan pada tahun 2050 penduduk dunia akan mencapai 10 milyar jiwa. Bila prediksi ilmuwan benar maka negara-negara yang sangat bergantung dengan sumberdaya ikan akan mengalami krisis sosial, ekonomi dan lingkungan yang parah, terutama di negara-negara berkembang.

Sebagai gambaran, masyarakat di negara-negara berkembang (developing countries) sangat tergantung dengan sumberdaya ikan sebagai asupan protein utama sehari-hari mereka dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara maju (developed countries). Contohnya, sumberdaya ikan memberikan 29% asupan protein untuk masyarakat di Asia dan hanya 7% untuk masyarakat di Amerika Serikat.



Cara Penangkapan Merusak
Dampak

Bom
Potassium Sianida
Jaring/Trawl
Rawen
(Longline Fishing)
Kehancuran ekosistem terumbu karang

X
X
X

Penghilangan tiga generasi ikan sekaligus

X
X
X

Penangkapan sia-sia

X

X
X
Pemusnahan jenis hayati penting untuk keseimbangan ekosistem laut

X
X
X
X

Ironinya lagi, banyak regulasi dimasing-masing negara maupun kesepakatan internasional yang melarang penangkapan ikan yang merusak hanya menjadi peraturan di atas kertas, tidak terwujud di laut. Kenyataan ini menyebabkan penangkapan yang merusak semakin merajalela. Disamping itu, overfishing dan destructive fishing juga dipicu dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sumberdaya ikan, terutama di Asia, dimana banyak negara sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dalam dua dekade terakhir. Namun paling mendasar dan mengakar dari semua penyebab itu adalah keserakahan dan paradigma yang lebih mementingkan kebutuhan jangka pendek.

Bila penangkapan yang merusak terus berlangsung, maka masyarakat dunia, terutama Asia dan yang hidup dikawasan pesisir lainnya seperti halnya Aceh akan menghadapi krisis perikanan dengan hilangnya matapencaharian dan sumberdaya makanan utama”.


Sumber : Koalisi Advokasi Laut Aceh

READ MORE - KRISIS PERIKANAN DUNIA

2011 BIBIT TERUMBU KARANG DITRANSPLANTASI

Kamis, Februari 10, 2011



Kondisi terumbu karang di perairan pulau Pasumpahan, Kota Padang rusak parah. Menyikapi kondisi ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, berupaya memperluas areal transplantasi terumbu karang. Hal ini untuk restorasi dan konservasi perairan pulau tersebut.

David Andespin Ketua Diving Proklmator, didampingi Topan Phardana, koodinator aksi, Sabtu (1/1) mengatakan aksi kali ini melibatkan 50 orang penyelam. Penyelam ini berasal dari Diving Proklamator UBH, Marine Diving Science UNRI–Riau dan Engginering Diving ITP-Padang.

”Awal tahun ini, sebanyak 2011 bibit karang yang ditransplantasi, dengan tema Bersama Selamatkan Terumbu Karang Indonesia," ujar Topan

Mabruri Tanjung, salah seorang instruktur diving Proklamator mengatakan, hingga kini telah mentransplantasi lebih dari 5.000 stek karang baik yang menggunakan rak-rak dari besi maupun modifikasi rak dari jaring dan pipa paralon, sejak tiga bulan terakhir ini.

Mabruri juga mengatakan, monitoring dilakukan setiap tiga bulan dan pertumbuhan terumbu karang cukup baik dari stek-stek yang telah ditransplantasi sebelumnya.

”Kami akan terus berupaya memperluas areal rehabilitasi terumbu karang tersebut dan bertekad akan menjadikan perairan Pulau Pasumbahan sebagai daerah laboratorium hidup kelautan," ujanya lagi.

Aksi transplantasi 2011 bibit karang tersebut sendiri merupakan wujud kepedulian UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, bersama-sama dengan tim selam dari UNRI serta ITP adalah cara mereka dalam menyambut tahun baru 2011. Aksi tersebut salah satu bagian dari kampanye akan pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ikan-ikan di laut.

Transplantasi dilakukan dengan menempuh beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan pembuatan substrat transplantasi yang terdiri dari adonan semen, batu dan pasir (cor) yang dicetak pada cetakan yang terbuat dari pipa paralon yang berdiameter 8 dan 5 inci kemudian memberi label (tagging) pada substrat tersebut untuk memudahkan pemantauan.

Pada tahap pelaksanaan kegiatan, dilakukan launching sebanyak 50 bibit karang mewakili 50 penyelam ke perairan laut pada malam hari saat detik-detik pergantian tahun, dilakukan oleh penyelam-penyelam seniora dari Yayasan Minang Bahari, dan sisanya sebanyak dan anggota UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, dan sisanya 1961 bibit di tanam dan diceburkan dilanjutkan siang hari Sabtu dan Minggu.

Dengan kian berkembangnya karang hasil transplantasi tersebut pemandangan bawah laut di perairan pantai Pasumpahan akan nampak indah dihiasi karang warna-warni yang akan mengundang berbagai jenis ikan-ikan hias yang akan menciptakan pemandangan bawah laut yang luar bisa.

Untuk merehabilitasi terumbu karang yang telah rusak, dengan metode transplantasi tersebut, UKM Diving Proklamator mendapatkan dukungan dari pihak Universitas, Alumni dan senior-seniornya. Tiga bulan kedepan, April nanti mereka bertekad akan menambah sebanyak 5000 bibit lagi, dan berharap mendapatkan dukungan dari pihak, sebagai upaya konservasi dan pengembangan wisata bahari di Sumatera Barat.

Sumber : Padang Today


READ MORE - 2011 BIBIT TERUMBU KARANG DITRANSPLANTASI

KARANG DARI RELIK

Rabu, Februari 09, 2011

Mengapa ikan selalu tergoda dengan bangkai perahu, tank, dan kereta bawah tanah di dasar lautan
Oleh STEPHEN HARRIGAN
Foto oleh DAVID DOUBILET

Kapal pelacak misil General Hoyt S. Vandenberg hanya butuh waktu dua menit lebih untuk tenggelam ke dasar lautan. Pada pagi hari yang cerah di bulan Mei 2009, 11 kilometer lepas pantai Key West, Florida, serangkaian ledakan kencang membahana dari dalam lambung perahu tersebut, tempat 46 bahan peledak dibenamkan di bawah permukaan laut. Bau bubuk mesiu yang tajam melayang dibawa embusan angin dan tirai asap hitam mulai menyeruak ke atas tetapi untuk beberapa saat lamanya kapal tersebut seakan-akan tidak merasakan getaran hebat tersebut. Dia hanya mengambang di atas permukaan air, kapal raksasa berkarat sepanjang 159 meter yang sudah dipensiunkan dengan dua piringan radar usang yang menjulang di atas permukaan lautan.

Kemudian saat helikopter stasiun berita berputar-putar di atas dan ribuan penonton mengamati dari atas perahu-perahu yang berada jauh di belakang daerah ledakan, Vandenberg perlahan-lahan tenggelam ke dalam Atlantik, tetap mendatar dengan sempurnanya sampai akhirnya haluan tenggelam dan buritan menyeruak ke atas, meninggalkan hanya lautan putih yang bergolak. ”Akan ada ikan yang menjadikan bangkai kapal ini sebagai rumahnya nanti sore!” seru Joe Weatherby, pria yang mengepalai proyek raksasa untuk menenggelamkan Vandenberg dan seiring berjalannya waktu, merubahnya menjadi karang artifisial yang akan menarik para penyelam dan nelayan ke Key West.

Kapal Vandenberg pastinya bukan kapal pertama yang sengaja ditenggelamkan untuk mewujudkan karang artifisial. Perairan lepas di Florida Key telah menjadi pusara bagi kapal Penjaga Pantai bernama Duane dan Bibb serta kapal pendarat Spiegel Grove milik Angkatan Laut AS, dan di dasar lautan berpasir yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Pensacola, bersemayam sebuah kapal induk pesawat terbang, U.S.S Oriskany – kapal terbesar di dunia yang sengaja ditenggelamkan untuk dijadikan karang artifisial. Lusinan kapal barang pada Perang Dunia II yang dikenal sebagai kapal-kapal Liberty telah ditenggelamkan, atau menggunakan jargon yang tepat, ditempatkan di sepanjang pesisir di daerah Teluk, Atlantik, dan Pasifik.

Orang-orang di seluruh dunia telah lama tahu bahwa reruntuhan kapal laut telah menjadi daerah perikanan utama, bahan baku dari karang artifisial sendiri ini biasanya didapatkan dari barang-barang bekas: lemari es tua, kereta dorong untuk belanja, mobil rusak, otomat swalayan yang sudah usang. Hampir semua barang yang bisa ditenggelamkan memiliki potensi untuk menjadi karang artifisial. Termasuk kereta bawah tanah yang sudah tak terpakai, tank perang kuno, kendaraan militer berlapis baja, anjungan pengeboran minyak, dan modul-modul mirip sarang lebah yang didesain khusus bernama Bola Karang.


READ MORE - KARANG DARI RELIK

HIU PAUS LEBIH BESAR DARI DUGAAN


Hiu paus (Rhincodon typus) tercatat sebagai spesies ikan terbesar saat ini. Peneliti mengungkapkan, ikan hiu pemakan plankton ini panjangnya bisa mencapai 20 meter. Namun, siapa sangka ukuran sebesar itu bisa jadi salah pengukuran. Hasil observasi peneliti dari Universitas Queensland, ukuran hiu paus sebenarnya bisa lebih besar lagi.

Kesimpulan itu didapat Christoph Rohner setelah menganalisa menggunakan kamera yang dilengkapi laser. Metode pengukuran ini dikatakan lebih akurat dari yang sebelumnya. "Metode laser memungkinkan kita mendapatkan ukuran yang akurat dari hiu yang sedang bergerak. Jadi, kita bisa tahu bahwa hiu terbesar ini lebih besar dari perkiraan," katanya.

Biasanya, pengukuran panjang hiu paus hanya dilakukan dengan metode photogrammetery. Dengan metode ini, ukuran hanya diperkirakan secara sederhana dari foto yang diambil. Dengan laser yang ditempatkan 50 cm dari kamera, jarak yang diproyeksikan oleh foto yang dihasilkan lebih mudah untuk dianalisa. Jadi, hasil pengukuran bisa lebih akurat.

Rohner berharap, presisi dalam pengukuran bisa membuka kemungkinan untuk mempelajari umur dan perkembangan hiu paus. Dengan ini, spesies ini bisa dilestarikan. Hiu paus termasuk dalam daftar hewan terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature. Banyak misteri dari kehidupan hiu paus yang belum terkuak.

Sumber : Kompas Indonesia

READ MORE - HIU PAUS LEBIH BESAR DARI DUGAAN

STUDI WAKTU TEMPUH TSUNAMI

Selasa, Februari 01, 2011


Hasil studi pascatsunami Mentawai terbaru mengungkap waktu tempuh tsunami, dari terjadinya gempa hingga tsunami menerjang pantai. Hasil studi itu dipaparkan Widjo Kongko, peneliti BPPT yang kini sedang menjaLani riset doktoral di Franzius Institute, Leibniz University, Hannover, Jerman.

"Waktu tempuh tsunami dari saat gempa hingga menerjang di pantai barat Kepulauan Mentawai (Pagai Utara dan selatan) berkisar 10-15 menit," kata Widjo. data tersebut diperoleh dari hasil tsunami model Mentawai 25 Oktober 2010 lalu yang dikalibrasi dengan data pasang surut di Padang.

Menurut Widjo, waktu tempuh tersebut sangatlah singkat. Ia mengatakan, berdasarkan hasil studi ini, masyarakat ke depannya perlu lebih beradaptasi dengan bencana. Salah satunya, menurutnya, adalah dengan menghindari tinggal di daerah teluk yang terlalu terbuka.

Hasil analisis survei pasca tsunami juga mengungkap bahwa kedalaman rata-rata teluk Mentawai adalah 10 meter. "Dengan data itu, dapat diperkirakan kecepatan rata-rata tsunami di daerah teluk adalah 40 km/jam," papar Widjo dalam surat elektroniknya kepada Kompas.com.

Dengan panjang teluk rata-rata 2 km, maka dibutuhkan waktu kira-kira 3 menit bagi gelombang tsunami untuk menyusur area teluk. Sementara, suara gemuruh yang didengar warga adalah akibat proses difraksi dan refraksi gelombang tsunami yang menghantam pantai wilayah teluk.

Hasil survei ini juga disampaikan Widjo di acara diskusi ilmiah "Warkop" yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover, Jerman, 29 Januari 2011 lalu. Widjo sendiri adalah ketua tim survei pascatsunami Jerman-Indonesia.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - STUDI WAKTU TEMPUH TSUNAMI

LOWONGAN VOLUNTEER - COREMAP LIPI



PANITIA AKTIF KEGIATAN KONTES INOVATOR MUDA (KIM) 6

DAN KEGIATAN LOMBA BLOG – FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PECINTA TERUMBU KARANG (FORKOM MATABUKA)

BIDANG PENDIDIKAN KELAUTAN CRITC COREMAP II – LIPI

(JAKARTA, FEBRUARI – NOVEMBER 2011)


Job Description :

  • Melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi kegiatan KIM 6 dan Forkom Matabuka di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, terutama Jakarta.
  • Membantu mempersiapkan dan melaksanakan kesuksesan acara di bagian sosialisasi, publikasi, perlengkapan, kerjasama media dan sponsorship, kesekretariatan, konsumsi dan keamanan.
  • Membantu pekerjaan lain, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
  • Durasi kerja tidak dibatasi, disukai pada jam kantor / office hours

Kriteria :

  • Mahasiswa (jadwal kuliah tidak padat) atau sudah lulus kuliah (tidak ada keterikatan pekerjaan di perusahan/ instansi lain).
  • Aktif dan kreatif serta memiliki inovasi dan inisiatif yang tinggi.
  • Memiliki fisik dan mental yang tangguh.
  • Sopan, rapih, rajin, pekerja keras, jujur dan bertanggung jawab.
  • Memiliki pengalaman dalam kepanitiaan event – event besar, lebih disukai.
  • Berdomisili di Jakarta, akses mudah dan dekat dengan kantor, lebih disukai.
  • Memiliki kendaraan sendiri (motor), lebih disukai.
  • Bersedia bekerja di luar jam kantor, jika dibutuhkan (dalam hal ini, tidak sering).
  • Bersedia menjadi volunteer selama persiapan, pelaksanaan dan pasca kegiatan berlangsung.

Syarat :

  • Kirimkan biodata dan keterangan diri (curriculum vitae/ cv) lengkap dengan pengalaman (jika ada) atau dengan mengisi formulir pendaftaran .
  • Dikirimkan melalui email : edukasi@coremap.or.id atau edukasicoremap@yahoo.co.id atau langsung ke Gedung CRITC COREMAP – LIPI, Bagian Pendidikan dan Kelautan. Alamat : Jalan Raden Saleh No. 43 Jakarta Pusat – 10330
  • Penerimaan dibuka tanggal 1 Februari 2011 dan ditutup tanggal 30 April 2011.

READ MORE - LOWONGAN VOLUNTEER - COREMAP LIPI

MAHASISWA INDONESIA GUNAKAN SATELIT NASA UNTUK MEMANTAU IKAN

Jumat, Januari 28, 2011


Satelit SeaStar yang diluncurkan Badan Administrasi Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) bisa dipakai untuk memantau distribusi ikan di perairan Indonesia secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Fardhi Adria, mahasiswa Universitas Syiah Kuala Nanggroe Aceh Darussalam, saat presentasinya di ajang International Workshop on Advanced Imaging Technologies (IWAIT) 2011 yang diselenggarakan di Hotel Santika Jakarta, Jumat (7/1).

Ia mengungkapkan, satelit NASA tersebut bisa dimanfaatkan berkat adanya sensor SeaWiFS pada satelit. Sensor itu akan membantu mengindra Bumi dan menggolongkan citranya dalam beberapa spektrum. Salah satu spektrumnya secara tidak langsung bisa menggambarkan distribusi ikan.

Satelit ini mampu membaca penyebaran klorofil a. Klorofil a merupakan pigmen pendukung fotosintesis yang dimiliki fitoplankton. "Logikanya, jika terdapat fitoplankton melimpah, klorofil a pun melimpah, dan di daerah itulah ikan juga melimpah," jelas Fardhi.

Jika dicitrakan, klorofil a akan tampak dalam beberapa warna. Warna ungu menunjuk pada konsentrasi klorofil a yang rendah, berarti pula jumlah ikan di wilayah perairan itu kecil. Sementara warna kuning menunjukkan jumlah klorofil a yang berlimpah, berarti kelimpahan ikan juga tinggi.

Untuk menguji hubungan antara klorofil a dan distribusi ikan, Fardhi bersama dosennya, Khairul Munadi, melakukan pemantauan sepanjang Juni-November 2008. Hasilnya, keduanya berhubungan. Fardhi mengaku perlu fasilitas berbayar jika ingin pencitraan lebih detail.

Pencitraan dasar hanya butuh komputer yang memadai dan koneksi internet. Jadi, ujar Fardhi, teknologi ini termasuk murah. Kemudahan ini, menurut dia, membuat hasil risetnya bisa diaplikasikan. Persiapannya hanya tinggal cara mengomunikasikan kepada nelayan.

Informasi lokasi penyebaran ikan ini bisa dimanfaatkan oleh nelayan. "Kita bisa komunikasikan pada nelayan. Mereka tidak perlu berputar-putar ke laut mencari ikan sebab sudah tahu lokasinya," katanya. (Yunanto Wiji Utomo)

Sumber : Nasional Geographic Indonesia
READ MORE - MAHASISWA INDONESIA GUNAKAN SATELIT NASA UNTUK MEMANTAU IKAN

SAIL WAKATOBI - BELITONG 2011 SIAP DIGELAR

Indonesia akan menggelar kegiatan kebaharian nasional tahunan yang diberi nama Sail Wakatobi-Belitong (SWB) 2011 antara lain sebagai ajang investasi serta promosi budaya dan wisata bahari di Wakatobi dan Belitong.

"Kegiatan bahari bertaraf internasional ini akan berdampak baik bagi pembangunan ekonomi nasional khususnya perekonomian kawasan setempat," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Menurut Fadel, penyelenggaraan kegiatan kebaharian nasional pada tahun 2011 ini akan mengambil tema "Clean the Ocean for Future Live".

Maksud dari pengambilan tema itu adalah bertujuan untuk menyikapi terjadinya perubahan iklim yang disebabkan meningkatnya suhu permukaan air laut akibat dari berbagai aktivitas pengelolaan kelautan yang tidak memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Syahrin Abdurrahman mengatakan, terdapat enam kegiatan utama dalam SWB 2011.

Keenam kegiatan itu antara lain adalah yacht rally, aksi sosial dalam Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, seminar nasional dan internasional mengenai pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Sedangkan kegiatan utama lainnya adalah lintas nusantara remaja bahari, pameran produk kelautan dan perikanan, serta acara puncak yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

SWB 2011 akan dilaksanakan selama enam pekan yang dimulai pada pekan kedua Juli hingga pekan keempat Agustus.

Sementara untuk kegiatan yacht rally akan dimulai pada 23 Juli di Darwin, Australia. Para peserta rally direncanakan melewati 21 kabupaten/kota di Indonesia sebelum berakhir di Singapura.

Sedangkan untuk Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya akan digelar di enam provinsi yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - SAIL WAKATOBI - BELITONG 2011 SIAP DIGELAR

KEARIFAN LOKAL TIDAK BISA CEGAH DEGRADASI TERUMBU KARANG

MAKASSAR- Degradasi terumbu karang yang saat ini masih terus berlangsung dan tidak lagi bisa diatasi hanya dengan kearifan lokal dan pengelolaan tradisional saja tanpa memahami dinamika ekologisnya.

Degradasi itu hanya dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang strategis dan komprehensif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dan terdepan (frontier of sciences), ucap Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc dalam orasi penerimaan jabatan Guru Besar Universitas Hasanuddin di Makassar, Senin (24/1).
Dalam orasi berjudul "Terumbu karang Indonesia di tengah globalisasi dan ancaman pemanasan global" di dalam rapat Senat Terbuka Luar Biasa Unhas dipimpin Rektor/Ketua Senat Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi, Jamaluddin Jompa mengatakan, terumbu karang Indonesia secara alamiah telah ditakdirkan menjadi pusat segitiga karang dunia, yang bukan hanya terluas, melainkan juga tertinggi tingkat keanekaragaman hayati lautnya di seluruh perairan laut yang ada di planet bumi ini.

"Globalisasi dan perubahan iklim adalah fakta yang tidak bisa dihindari, sehingga pengelolaan ekosistem terumbu karang pun harus merespon perubahan-perubahan peluang dan tantangan tersebut," ujar guru besar Ekologi Terumbu Karang Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas tersebut.

Dia menyebutkan, secara umum, minimal ada lima solusi yang strategis untuk pengelolaan terumbu karang Indonesia ke depan. Pertama mengurangi/mengatasi berbagai penyebab kerusakan/tekanan ekosistem. Kedua, menerapkan sistem pemanfaatan sumberdaya terumbu karang berbasis ekosistem. Ketiga, memelihara/meningkatkan ketahanan ekosistem (ecosystem resilience). Keempat, membangun jejaring kawasan konservasi laut yang berkualitas. Kelima, pengelolaan yang adaptif termasuk adaptasi perubahan iklim.

Menurut Jamaluddin, ekosistem memang dikenal sangat produktif, sehingga terumbu karang yang sehat bisa menghasilkan ikan karang yang lestari sekitar 30 metrik ton per km2/tahun. Namun demikian, akibat tekanan yang berlebihan melewati daya dukung tdua ton per km2/tahun.


"Dengan memahami dan menerapkan pemanfaatan berbasis ekologis, maka terumbu karang Indonesia yang luasnya sekitar 70.000 km2, sungguh merupakan potensi besar bagi perekeonomian nasional," kala lulusan doktor Ekologi Terumbu Karang, James Cook University, Australia 2001 tersebut.

Kemampuan ekosistem mempertahankan dan memulihkan diri dari berbagai tekanan, termasuk akibat pemanasan global, sangat tergantung dari kesehatan ekosistem terumbu karang itu sendiri. Keseimbangan bio-ekologis dari unsur-unsur pembentuk ekosistem terumbu karang merupakan salah satu kunci yang sangat penting.

Salah satu strategi pengelolaan sumberdaya perikanan internasional yang terbukti dapat menjaga keseimbangan ekologis secara efektif adalah melalui pengembangan kawasan konservasi. Keseimbangan ekologis ini terbukti memberi manfaat yang besar terhadap perbaikan dan pemulihan populasi organism terumbu karang, bukan hanya di dalam kawasan konservasi, melainkan juga di sekitar, bahkan di luar kawasan konservasi.

"Hal ini dimungkinkan karena sifat ekosistem laut yang memiliki keterhubungan yang sangat kuat antara berbagai habitat dengan jarak yang relatif jauh," kata guru besar ke-270 Unhas yang sudah menyampaikan orasi penerimaan jabatannya. (ant/hrb)

READ MORE - KEARIFAN LOKAL TIDAK BISA CEGAH DEGRADASI TERUMBU KARANG

Bali : “KemBali Menjadi Juara”

Minggu, November 14, 2010


Sabtu, 6 November 2010, bertempat di WTC Mangga Dua Final Kontes Inovator Muda ke -5 (KIM) akhirnya kembali menghasilkan Inovator Muda yang peduli akan nasib dan keindahan terumbu karang. Ini merupakan tahun kelima, dimana Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang COREMAP (Coral Reef Rehabilition and Management Programme) mengadakan event kepedulian terumbu karang melalui kegiatan KIM. Untuk tahun ini, kegiatan KIM bertema "Kekayaan dan Keindahan Terumbu Karang Lestari : Modal Wisata Bahari". KIM yang merupakan kontes makalah popular melalui penelitan atau studi pustaka, ternyata mampu merebut hati para siswa-siswi tingkat SMA se-Indonesia untuk mengikuti event bergengsi ini.

Tiga tim finalis terpilih, merupakan peserta yang berasal dari daerah Bali, Wangi-Wangi, dan Makassar. Mereka pun sempat mengikuti dan mendapatkan pengarahan hingga materi presentation skill selama satu minggu di Jakarta bersama para peserta lainnya. Ketiga Finalis tersebut juga telah melakukan presentasi di Hall Exhibiton Lantai Ground WTC Mangga Dua sebelum akhirnya dewan juri memutuskan, tim manakah yang layak untuk mendapat gelar Inovator Muda ke- 5.

Melalui seleksi yang rumit, Zivanna Letisha Siregar (Putri Indonesia 2008), Vivi Virgyanti (Presenter Acara Mata Angin), Zulvicar Mochtar (Ahli Kelautan) dan Mikael Prastowo (Perwakilan LSM Kelautan) selaku dewan juri memutuskan bahwa ;

  1. Juara I diraih oleh SMA Negeri 4 Denpasar, dengan judul makalah “Analisis Korelasi Peranan Masyarakat dan Wisatawan terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang di Desa Pemuteran”
  2. Juara II diraih oleh SMA Negeri 11 Makassar, dengan judul makalah “Potensi Pulau Gusung sebagai Kawasan Wisata Berbasis Pendidikan di Kota Makassar”
  3. Juara III diraih oleh SMA Negeri 1 Wangi-Wangi, dengan judul makalah “Pengaruh Pengelolaan Objek Wisata Pulau Hoga terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang dan Peningkatan Pendapatan Perkapita Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa”

Ternyata Bali kembali menjadi Juara I dalam Kontes Inovator muda kali ini. Setelah dua tahun yang lalu menempati posisi puncak. Namun, ketiga juara tersebut berhak mendapatkan uang jutaan rupiah beserta trophy dan hadiah menarik lainnya.

Selamat Kepada Sang Juara !!

READ MORE - Bali : “KemBali Menjadi Juara”

PENGUMUMAN JUARA LOMBA BLOG

Kamis, November 11, 2010



HASIL KEPUTUSAN TIM JURI LOMBA BLOG
FORKOM MATABUKA
FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PECINTA TERUMBU KARANG
CRITC COREMAP II – LIPI
WTC MANGGA DUA – Sabtu, 6 November 2010

JUARA LOMBA BLOG
Peringkat 1
Nama : I Gede Putu Darma (Jumlah Nilai : 95)
Asal : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) - Jakarta

Peringkat 2
Nama : Wendy Ahmad (Jumlah Nilai : 87)
Asal : Universitas Indonesia (UI) - Jakarta

Peringkat 3
Nama : Rizky Nurhikmayani (Jumlah Nilai : 83)
Asal :SMA Negeri 2 Pangkajene - Pangkep

Harapan 1
Nama : Shinta Yanirma (Jumlah Nilai : 82)
Asal :Universitas Padjadjaran - Bandung


TIM DEWAN JURI :
1. Prakoso Bhairawa Putera (Peneliti Muda LIPI dan Blogger)
2. Estradivari (UNESCO)
3. Irayani Queency (Penulis dan Blogger)
4. Juri Tamu : Drs. Del Afriadi, M. BioMed
READ MORE - PENGUMUMAN JUARA LOMBA BLOG

Posting Lomba Blog Finalis

Jumat, November 05, 2010

Bagi seluruh Finalis Lomba Blog 2010
Diharapkan untuk segera posting di halaman komentar postingan ini.


Lomba Blog
Selamatkan Terumbu Karang SeKarang! Waktunya Blogger Muda Berkiprah !!
READ MORE - Posting Lomba Blog Finalis

Undangan Finalis Lomba Blog

Kamis, November 04, 2010


Kepada seluruh Finalis Lomba Blog tahun 2010,
diharapkan menghadiri Putaran Final
yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Jumat / 5 November 2010
Pukul : 09.00 wib - selesai
Tempat : Gedung COREMAP II LIPI, Jl. Raden Saleh Cikini


"Selamat Kepada Seluruh Finalis Lomba Blog 2010"
Salam Lestari



Informasi : 0852-10002289 (Mbak Putri)
READ MORE - Undangan Finalis Lomba Blog

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas