MANGROVE "Kalimantan Selatan" TERANCAM

Selasa, Februari 22, 2011


Penebangan pohon mangrove untuk keperluan bahan bangunan oleh masyarakat menjadi ancaman utama kerusakan mangrove di Kalimantan Selatan . Saat ini masih banyak masyarakat menebang pohon mangrove berdiameter di atas 30 sentimeter untuk dijadikan tiang dan papan rumah.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalsel Rakhmadi Kurdi, Senin (21/2/2011) di Banjarmasin, kerusakan mangrove terjadi pada sejumlah titik di pesisir Kalimantan, baik di pulau besar maupun pulau-pulau kecil. Garis pantai Kalsel memanjang sejauh 500 kilometer dari Kabupaten Baritokuala hingga Kotabaru. Luas kawasan mangrove di Kalsel diperkirakan lebih dari 100.000 hektar dan tersebar di lima kabupaten, yakni Kotabaru, Tanahbambu, Tanahlaut, Banjar, dan Baritokuala.

Menurut Rakhmadi, penelitian secara menyeluruh tentang kerusakan mangrove di Kalsel belum ada. Namun, sejauh ini daerah-daerah yang mengalami kerusakan sudah bisa diketahui, antara lain di Aluh-aluh, Kabupaten Banjar dan Kualalapuk di Kabupaten Barito Kuala.

Rakhmadi juga menyoroti keberadaan pelabuhan khusus (pelsus) batubara dan kelapa sawit yang juga memiliki andil besar dalam perusakan mangrove. Tahun 2010 ada 10 pelsus batubara di dalam kawasan hutan dan konservasi yang ditutup karena merusak mangrove.

Kepala Bidang Rehabilitas Lahan dan Hutan Dinas Kehutanan Kalsel, Nafarin mengatakan, dibanding setahun lalu kerusakan mangrove di Kalsel saat ini makin meluas. "Memang ada sejumlah pelsus yang merusak. Kami juga sudah menanganinya," ujarnya.

Selain pelsus, kata Nafarin, kerusakan ini disebabkan oleh kebutuhan tambak ikan oleh masyarakat. Para pembuat tambak umumnya menebangi mangrove. Padahal, mereka bisa memelihara ikan di sela-sela tanaman mangrove. Kehancuran terbesar mangrove oleh aktivitas pembuatan tambak terjadi tahun 1980-an.

Kerusakan mangrove di Kalsel juga belum diimbangi upaya penanaman kembali yang memadai. Kondisi antara lain terjadi di Pulau Kaget di tengah Sungai Barito, yang sejak 2008 baru ditanam sekitar 5.000 pohon. Padahal sekitar 50 persen atau 42 hektar dari total luas pulau yang mencapai 85 hektar itu, kini sudah menjadi areal pertanian. Sisanya masih berupa mangrove dan menjadi habitat sekitar 100 ekor bekantan.

READ MORE - MANGROVE "Kalimantan Selatan" TERANCAM

EKOWISATA MANGROVE "Pantai Timur" MULAI DIPADATI


Warga Kota Surabaya dan sekitarnya memanfaatkan hari libur yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berkunjung ke tempat wisata. Salah satu lokasi wisata baru yang menarik minat warga adalah ekowisata mangrove di Pantai Timur Surabaya.

Sejak Selasa (15/2/2011) pukul 06.00, kawasan Ekowisata yang terletak di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, itu sudah didatangi ratusan pengunjung. Rombongan pengunjung itu sengaja datang pagi hari agar bisa ikut menanam bibit bakau di area ekowisata tersebut.

Wahid, penjaga loket di dermaga ekowisata mangrove Wonorejo menuturkan, kawasan hutan bakau yang mulai dibuka sebagai lokasi ekowisata sejak awal tahun 2010 lalu itu kini memang mulai ramai dikunjungi warga. "Kalau Sabtu, Minggu, dan hari libur, pengunjungnya ramai. Dalam sehari pemasukan dari tiket perahu bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," katanya.

Untuk menikmati keelokan hutan bakau ini, pengelola menyediakan perahu dengan tarif Rp 25.000 per orang. Pengunjung akan dibawa melintasi Sungai Londo ke lokasi hutan bakau. Di kawasan ekowisata tersebut, pengunjung bisa melihat rerimbunan hutan bakau alami.

Menurut Wahid, selain melihat hutan bakau dan aneka jenis tanaman serta hewan yang berada di kawasan tersebut, pengunjung juga bisa menanam pohon bakau. "Kalau untuk edukasi dengan menanam bibit bakau, pengunjung bisa memesan terlebih dulu harinya mau kapan," ujarnya.

Pengunjung tampak antusias menjelajahi kawasan ekowisata tersebut. Meskipun cuaca mendung, mereka tidak mengurungkan niatnya untuk naik perahu hingga ke bagian muara sungai.

Salah seorang pengunjung, Ester dari Kota Surabaya menuturkan, ia datang ke kawasan ekowisata itu bersama keluarga besarnya. "Sebenarnya sudah penasaran sama tempat ini sejak lama. Kebetulan rumah saudara kami berada tak jauh dari sini, makanya kami sekalian ke sini," katanya.

Ketua pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo, Djoko Suwondo, menuturkan, kawasan ini dibuka untuk umum pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Sedangkan pada hari Senin hingga Jumat, kawasan ini biasa dikunjungi oleh rombongan yang hendak menanam bibit bakau.

Menurut Djoko, pembukaan ekowisata ini tidak hanya bermanfaat bagi warga Wonorejo, namun juga bagi lingkungan. Dengan mengikuti aktivitas menanam bibit bakau, pengunjung diajak lebih peduli terhadap lingkungan.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - EKOWISATA MANGROVE "Pantai Timur" MULAI DIPADATI

LOMBA HEMAT ENERGI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011

Kamis, Februari 17, 2011



Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral c.q. Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservsi Energi dalam rangka mengapresiasi kegiatan di bidang konservasi energi akan mengadakan ajang kompetisi Lomba Gedung Hemat Energi dan Lomba Manajemen Energi di Gedung dan Industri Tahun 2011.

Lomba Hemat Energi bertujuan untuk:

Ø Memberikan apresiasi kepada sektor industri dan bangunan atas keberhasilan yang telah dicapai untuk meningkatkan efisiensi energi

Ø Meningkatkan kesadaran akan perlunya manajemen energi dan inovasi peningkatan efisiensi energi;

Ø Menghasilkan model-model bangunan hemat energi di Indonesia yang dapat dijadikan contoh dan direplikasi

Kategori Lomba

A. Lomba Gedung Hemat Energi terdiri dari 4 (empat) kategori yaitu:

1. New and Existing Building,

2. Tropical Building,

3. Retrofitted Building,

4. Special Submission,

B. Lomba Manajemen Energi di Gedung dan Industri masing-masing terdiri dari 3 (tiga) kategori yaitu:

  1. Small and Medium
  2. Large
  3. Special Submission

Waktu Pelaksanaan

No.

Kegiatan

Waktu

1

Pernyataan keikutsertaan dan Penyampaian submission form

24 Januari – 31 Maret 2011

2

Proses penjurian

11- 15 April 2011

3

Pengumuman Pemenang Tingkat Nasional

20 April 2011

Keterangan

§ Pemenang I dan II pada semua kategori akan mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Energy Award 2011.

§ Informasi mengenai lomba hemat energi tingkat nasional tahun 2011 dapat diakses melalui website Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) di www.djebtke.go.id.


Contact Person :

Sdr. Devi Laksmi ( devilaksmi@yahoo.com)

Sdr. Kunaefi kunaefi_esdm@yahoo.com)

Sdr. Supriyadi yadi_supri2000@yahoo.com)

Sdri. Nida ul Khasanah (ulkhasanah@yahoo.com)




READ MORE - LOMBA HEMAT ENERGI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011

KECINTAAN LINGKUNGAN DIPUPUK SEMENJAK DINI

Nilai-nilai kecintaan lingkungan hidup akan dengan sendirinya tertanam dalam diri seseorang, bila ketertarikan dan kepedulian terhadap alam telah dibangun sejak dini.

Inilah yang menjadikan environmental education atau pendidikan lingkungan, terutama di tingkat dasar, amat krusial. Seperti dikemukakan oleh Nadine Zamira Sjarief, CEO dari Greeneration4life yang bergerak di bidang konsultan lingkungan, di Jakarta (9/2).

Oleh karenanya, Nadine, yang lebih suka disebut sebagai enviropreneur ini melihat adanya peluang mendirikan perusahaan, untuk sekaligus mendukung kampanye kepedulian lingkungan. "Pelayanan pendidikan lingkungan merupakan salah satu cara. Belum ada (selama ini) suatu pengetahuan tentang lingkungan yang masuk dalam kurikulum pendidikan," tuturnya.

Sejumlah program yang diberi nama "Education for Environment Appreciation" (Pendidikan untuk Apresiasi Lingkungan) berupa rangkaian kegiatan yang bisa diadaptasi ke sekolah. Nadine menjelaskan, program-program ini bersifat interaktif, serta diharapkan dapat mengajak para siswa untuk menghargai lingkungan sekitarnya.

"Dan harus ada aktivitas luar ruangannya, dibuat simulasi sebaik mungkin. Supaya muncul kesadaran untuk proteksi alam dibutuhkan sikap mencintai dan menghargai alam tersebut," tegasnya lagi.

Namun sejauh ini ia mengaku baru bisa menjangkau sekolah-sekolah swasta. "Sebab swasta memiliki otonomi untuk mengembangkan programnya, baik dari internal sekolah maupun outsourcing," kata wanita yang ialah juga Miss Indonesia Earth tahun 2009.

Bagian terpenting pula, menurut Nadine, adalah ketika melakukan pendekatan sampai meyakinkan pihak-pihak sekolah bahwa program sejenis ini mereka perlukan.

CSR Lingkungan

Di samping pelayanan pendidikan lingkungan, Nadine dan perusahaannya pun menyediakan layanan konsultasi mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Saat ini setiap perusahaan pada umumnya menyisihkan anggaran untuk kewajiban CSR. Tetapi tidak semua memahami konsep CSR yang benar, yang sustainable (berkesinambungan), yang sungguh menghasilkan pengaruh positif konkret dan jangka panjang terhadap masyarakat atau lingkungan.

"Akhirnya banyak kita lihat sekarang perusahaan yang dananya hanya disumbangkan. Kita tidak bisa mengatakan bentuk-bentuk yang filantropis semacam itu sebagai CSR," ujar Nadine.

READ MORE - KECINTAAN LINGKUNGAN DIPUPUK SEMENJAK DINI

KRISIS PERIKANAN DUNIA


Dikutip dari booklet "Krisis Laut dan Kawasan Pantai". Sebuah booklet yang didedikasikan untuk relawan Peugleh Pasie Aceh.

“… tahun 2048 seluruh usaha perikanan akan lumpuh total … ”

Laut kita saat ini sedang menghadapi ancaman serius. Kerusakan ekosistem laut terus terjadi baik di lautan Artik di kutub utara hingga ke lautan Antartika di kutub selatan bumi. Ini terjadi disebabkan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang tidak ramah lingkungan dan juga oleh dampak perubahan iklim yang semakin nyata kita rasakan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2048, seluruh usaha perikanan akan lumpuh total jika tidak dilakukan perubahan yang mendasar cara kita mengelola potensi kelautan dan perikanan dunia. Sejak 1900-an hingga kini, banyak jenis ikan populasinya telah menurun drastis hingga tersisa hanya sebesar 10% saja (overfishing). Sebaliknya, populasi penduduk dunia dalam era 1800 s.d. 1900 naik dari 2 ke 2,8 milyar dan dari 1900 s.d. 2010 telah meningkat menjadi 6,8 milyar jiwa. Diperkirakan pada tahun 2050 penduduk dunia akan mencapai 10 milyar jiwa. Bila prediksi ilmuwan benar maka negara-negara yang sangat bergantung dengan sumberdaya ikan akan mengalami krisis sosial, ekonomi dan lingkungan yang parah, terutama di negara-negara berkembang.

Sebagai gambaran, masyarakat di negara-negara berkembang (developing countries) sangat tergantung dengan sumberdaya ikan sebagai asupan protein utama sehari-hari mereka dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara maju (developed countries). Contohnya, sumberdaya ikan memberikan 29% asupan protein untuk masyarakat di Asia dan hanya 7% untuk masyarakat di Amerika Serikat.



Cara Penangkapan Merusak
Dampak

Bom
Potassium Sianida
Jaring/Trawl
Rawen
(Longline Fishing)
Kehancuran ekosistem terumbu karang

X
X
X

Penghilangan tiga generasi ikan sekaligus

X
X
X

Penangkapan sia-sia

X

X
X
Pemusnahan jenis hayati penting untuk keseimbangan ekosistem laut

X
X
X
X

Ironinya lagi, banyak regulasi dimasing-masing negara maupun kesepakatan internasional yang melarang penangkapan ikan yang merusak hanya menjadi peraturan di atas kertas, tidak terwujud di laut. Kenyataan ini menyebabkan penangkapan yang merusak semakin merajalela. Disamping itu, overfishing dan destructive fishing juga dipicu dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sumberdaya ikan, terutama di Asia, dimana banyak negara sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dalam dua dekade terakhir. Namun paling mendasar dan mengakar dari semua penyebab itu adalah keserakahan dan paradigma yang lebih mementingkan kebutuhan jangka pendek.

Bila penangkapan yang merusak terus berlangsung, maka masyarakat dunia, terutama Asia dan yang hidup dikawasan pesisir lainnya seperti halnya Aceh akan menghadapi krisis perikanan dengan hilangnya matapencaharian dan sumberdaya makanan utama”.


Sumber : Koalisi Advokasi Laut Aceh

READ MORE - KRISIS PERIKANAN DUNIA

2011 BIBIT TERUMBU KARANG DITRANSPLANTASI

Kamis, Februari 10, 2011



Kondisi terumbu karang di perairan pulau Pasumpahan, Kota Padang rusak parah. Menyikapi kondisi ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, berupaya memperluas areal transplantasi terumbu karang. Hal ini untuk restorasi dan konservasi perairan pulau tersebut.

David Andespin Ketua Diving Proklmator, didampingi Topan Phardana, koodinator aksi, Sabtu (1/1) mengatakan aksi kali ini melibatkan 50 orang penyelam. Penyelam ini berasal dari Diving Proklamator UBH, Marine Diving Science UNRI–Riau dan Engginering Diving ITP-Padang.

”Awal tahun ini, sebanyak 2011 bibit karang yang ditransplantasi, dengan tema Bersama Selamatkan Terumbu Karang Indonesia," ujar Topan

Mabruri Tanjung, salah seorang instruktur diving Proklamator mengatakan, hingga kini telah mentransplantasi lebih dari 5.000 stek karang baik yang menggunakan rak-rak dari besi maupun modifikasi rak dari jaring dan pipa paralon, sejak tiga bulan terakhir ini.

Mabruri juga mengatakan, monitoring dilakukan setiap tiga bulan dan pertumbuhan terumbu karang cukup baik dari stek-stek yang telah ditransplantasi sebelumnya.

”Kami akan terus berupaya memperluas areal rehabilitasi terumbu karang tersebut dan bertekad akan menjadikan perairan Pulau Pasumbahan sebagai daerah laboratorium hidup kelautan," ujanya lagi.

Aksi transplantasi 2011 bibit karang tersebut sendiri merupakan wujud kepedulian UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, bersama-sama dengan tim selam dari UNRI serta ITP adalah cara mereka dalam menyambut tahun baru 2011. Aksi tersebut salah satu bagian dari kampanye akan pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ikan-ikan di laut.

Transplantasi dilakukan dengan menempuh beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan pembuatan substrat transplantasi yang terdiri dari adonan semen, batu dan pasir (cor) yang dicetak pada cetakan yang terbuat dari pipa paralon yang berdiameter 8 dan 5 inci kemudian memberi label (tagging) pada substrat tersebut untuk memudahkan pemantauan.

Pada tahap pelaksanaan kegiatan, dilakukan launching sebanyak 50 bibit karang mewakili 50 penyelam ke perairan laut pada malam hari saat detik-detik pergantian tahun, dilakukan oleh penyelam-penyelam seniora dari Yayasan Minang Bahari, dan sisanya sebanyak dan anggota UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, dan sisanya 1961 bibit di tanam dan diceburkan dilanjutkan siang hari Sabtu dan Minggu.

Dengan kian berkembangnya karang hasil transplantasi tersebut pemandangan bawah laut di perairan pantai Pasumpahan akan nampak indah dihiasi karang warna-warni yang akan mengundang berbagai jenis ikan-ikan hias yang akan menciptakan pemandangan bawah laut yang luar bisa.

Untuk merehabilitasi terumbu karang yang telah rusak, dengan metode transplantasi tersebut, UKM Diving Proklamator mendapatkan dukungan dari pihak Universitas, Alumni dan senior-seniornya. Tiga bulan kedepan, April nanti mereka bertekad akan menambah sebanyak 5000 bibit lagi, dan berharap mendapatkan dukungan dari pihak, sebagai upaya konservasi dan pengembangan wisata bahari di Sumatera Barat.

Sumber : Padang Today


READ MORE - 2011 BIBIT TERUMBU KARANG DITRANSPLANTASI

KARANG DARI RELIK

Rabu, Februari 09, 2011

Mengapa ikan selalu tergoda dengan bangkai perahu, tank, dan kereta bawah tanah di dasar lautan
Oleh STEPHEN HARRIGAN
Foto oleh DAVID DOUBILET

Kapal pelacak misil General Hoyt S. Vandenberg hanya butuh waktu dua menit lebih untuk tenggelam ke dasar lautan. Pada pagi hari yang cerah di bulan Mei 2009, 11 kilometer lepas pantai Key West, Florida, serangkaian ledakan kencang membahana dari dalam lambung perahu tersebut, tempat 46 bahan peledak dibenamkan di bawah permukaan laut. Bau bubuk mesiu yang tajam melayang dibawa embusan angin dan tirai asap hitam mulai menyeruak ke atas tetapi untuk beberapa saat lamanya kapal tersebut seakan-akan tidak merasakan getaran hebat tersebut. Dia hanya mengambang di atas permukaan air, kapal raksasa berkarat sepanjang 159 meter yang sudah dipensiunkan dengan dua piringan radar usang yang menjulang di atas permukaan lautan.

Kemudian saat helikopter stasiun berita berputar-putar di atas dan ribuan penonton mengamati dari atas perahu-perahu yang berada jauh di belakang daerah ledakan, Vandenberg perlahan-lahan tenggelam ke dalam Atlantik, tetap mendatar dengan sempurnanya sampai akhirnya haluan tenggelam dan buritan menyeruak ke atas, meninggalkan hanya lautan putih yang bergolak. ”Akan ada ikan yang menjadikan bangkai kapal ini sebagai rumahnya nanti sore!” seru Joe Weatherby, pria yang mengepalai proyek raksasa untuk menenggelamkan Vandenberg dan seiring berjalannya waktu, merubahnya menjadi karang artifisial yang akan menarik para penyelam dan nelayan ke Key West.

Kapal Vandenberg pastinya bukan kapal pertama yang sengaja ditenggelamkan untuk mewujudkan karang artifisial. Perairan lepas di Florida Key telah menjadi pusara bagi kapal Penjaga Pantai bernama Duane dan Bibb serta kapal pendarat Spiegel Grove milik Angkatan Laut AS, dan di dasar lautan berpasir yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Pensacola, bersemayam sebuah kapal induk pesawat terbang, U.S.S Oriskany – kapal terbesar di dunia yang sengaja ditenggelamkan untuk dijadikan karang artifisial. Lusinan kapal barang pada Perang Dunia II yang dikenal sebagai kapal-kapal Liberty telah ditenggelamkan, atau menggunakan jargon yang tepat, ditempatkan di sepanjang pesisir di daerah Teluk, Atlantik, dan Pasifik.

Orang-orang di seluruh dunia telah lama tahu bahwa reruntuhan kapal laut telah menjadi daerah perikanan utama, bahan baku dari karang artifisial sendiri ini biasanya didapatkan dari barang-barang bekas: lemari es tua, kereta dorong untuk belanja, mobil rusak, otomat swalayan yang sudah usang. Hampir semua barang yang bisa ditenggelamkan memiliki potensi untuk menjadi karang artifisial. Termasuk kereta bawah tanah yang sudah tak terpakai, tank perang kuno, kendaraan militer berlapis baja, anjungan pengeboran minyak, dan modul-modul mirip sarang lebah yang didesain khusus bernama Bola Karang.


READ MORE - KARANG DARI RELIK

HIU PAUS LEBIH BESAR DARI DUGAAN


Hiu paus (Rhincodon typus) tercatat sebagai spesies ikan terbesar saat ini. Peneliti mengungkapkan, ikan hiu pemakan plankton ini panjangnya bisa mencapai 20 meter. Namun, siapa sangka ukuran sebesar itu bisa jadi salah pengukuran. Hasil observasi peneliti dari Universitas Queensland, ukuran hiu paus sebenarnya bisa lebih besar lagi.

Kesimpulan itu didapat Christoph Rohner setelah menganalisa menggunakan kamera yang dilengkapi laser. Metode pengukuran ini dikatakan lebih akurat dari yang sebelumnya. "Metode laser memungkinkan kita mendapatkan ukuran yang akurat dari hiu yang sedang bergerak. Jadi, kita bisa tahu bahwa hiu terbesar ini lebih besar dari perkiraan," katanya.

Biasanya, pengukuran panjang hiu paus hanya dilakukan dengan metode photogrammetery. Dengan metode ini, ukuran hanya diperkirakan secara sederhana dari foto yang diambil. Dengan laser yang ditempatkan 50 cm dari kamera, jarak yang diproyeksikan oleh foto yang dihasilkan lebih mudah untuk dianalisa. Jadi, hasil pengukuran bisa lebih akurat.

Rohner berharap, presisi dalam pengukuran bisa membuka kemungkinan untuk mempelajari umur dan perkembangan hiu paus. Dengan ini, spesies ini bisa dilestarikan. Hiu paus termasuk dalam daftar hewan terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature. Banyak misteri dari kehidupan hiu paus yang belum terkuak.

Sumber : Kompas Indonesia

READ MORE - HIU PAUS LEBIH BESAR DARI DUGAAN

STUDI WAKTU TEMPUH TSUNAMI

Selasa, Februari 01, 2011


Hasil studi pascatsunami Mentawai terbaru mengungkap waktu tempuh tsunami, dari terjadinya gempa hingga tsunami menerjang pantai. Hasil studi itu dipaparkan Widjo Kongko, peneliti BPPT yang kini sedang menjaLani riset doktoral di Franzius Institute, Leibniz University, Hannover, Jerman.

"Waktu tempuh tsunami dari saat gempa hingga menerjang di pantai barat Kepulauan Mentawai (Pagai Utara dan selatan) berkisar 10-15 menit," kata Widjo. data tersebut diperoleh dari hasil tsunami model Mentawai 25 Oktober 2010 lalu yang dikalibrasi dengan data pasang surut di Padang.

Menurut Widjo, waktu tempuh tersebut sangatlah singkat. Ia mengatakan, berdasarkan hasil studi ini, masyarakat ke depannya perlu lebih beradaptasi dengan bencana. Salah satunya, menurutnya, adalah dengan menghindari tinggal di daerah teluk yang terlalu terbuka.

Hasil analisis survei pasca tsunami juga mengungkap bahwa kedalaman rata-rata teluk Mentawai adalah 10 meter. "Dengan data itu, dapat diperkirakan kecepatan rata-rata tsunami di daerah teluk adalah 40 km/jam," papar Widjo dalam surat elektroniknya kepada Kompas.com.

Dengan panjang teluk rata-rata 2 km, maka dibutuhkan waktu kira-kira 3 menit bagi gelombang tsunami untuk menyusur area teluk. Sementara, suara gemuruh yang didengar warga adalah akibat proses difraksi dan refraksi gelombang tsunami yang menghantam pantai wilayah teluk.

Hasil survei ini juga disampaikan Widjo di acara diskusi ilmiah "Warkop" yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover, Jerman, 29 Januari 2011 lalu. Widjo sendiri adalah ketua tim survei pascatsunami Jerman-Indonesia.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - STUDI WAKTU TEMPUH TSUNAMI

LOWONGAN VOLUNTEER - COREMAP LIPI



PANITIA AKTIF KEGIATAN KONTES INOVATOR MUDA (KIM) 6

DAN KEGIATAN LOMBA BLOG – FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PECINTA TERUMBU KARANG (FORKOM MATABUKA)

BIDANG PENDIDIKAN KELAUTAN CRITC COREMAP II – LIPI

(JAKARTA, FEBRUARI – NOVEMBER 2011)


Job Description :

  • Melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi kegiatan KIM 6 dan Forkom Matabuka di sekolah-sekolah seluruh Indonesia, terutama Jakarta.
  • Membantu mempersiapkan dan melaksanakan kesuksesan acara di bagian sosialisasi, publikasi, perlengkapan, kerjasama media dan sponsorship, kesekretariatan, konsumsi dan keamanan.
  • Membantu pekerjaan lain, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
  • Durasi kerja tidak dibatasi, disukai pada jam kantor / office hours

Kriteria :

  • Mahasiswa (jadwal kuliah tidak padat) atau sudah lulus kuliah (tidak ada keterikatan pekerjaan di perusahan/ instansi lain).
  • Aktif dan kreatif serta memiliki inovasi dan inisiatif yang tinggi.
  • Memiliki fisik dan mental yang tangguh.
  • Sopan, rapih, rajin, pekerja keras, jujur dan bertanggung jawab.
  • Memiliki pengalaman dalam kepanitiaan event – event besar, lebih disukai.
  • Berdomisili di Jakarta, akses mudah dan dekat dengan kantor, lebih disukai.
  • Memiliki kendaraan sendiri (motor), lebih disukai.
  • Bersedia bekerja di luar jam kantor, jika dibutuhkan (dalam hal ini, tidak sering).
  • Bersedia menjadi volunteer selama persiapan, pelaksanaan dan pasca kegiatan berlangsung.

Syarat :

  • Kirimkan biodata dan keterangan diri (curriculum vitae/ cv) lengkap dengan pengalaman (jika ada) atau dengan mengisi formulir pendaftaran .
  • Dikirimkan melalui email : edukasi@coremap.or.id atau edukasicoremap@yahoo.co.id atau langsung ke Gedung CRITC COREMAP – LIPI, Bagian Pendidikan dan Kelautan. Alamat : Jalan Raden Saleh No. 43 Jakarta Pusat – 10330
  • Penerimaan dibuka tanggal 1 Februari 2011 dan ditutup tanggal 30 April 2011.

READ MORE - LOWONGAN VOLUNTEER - COREMAP LIPI

MAHASISWA INDONESIA GUNAKAN SATELIT NASA UNTUK MEMANTAU IKAN

Jumat, Januari 28, 2011


Satelit SeaStar yang diluncurkan Badan Administrasi Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) bisa dipakai untuk memantau distribusi ikan di perairan Indonesia secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Fardhi Adria, mahasiswa Universitas Syiah Kuala Nanggroe Aceh Darussalam, saat presentasinya di ajang International Workshop on Advanced Imaging Technologies (IWAIT) 2011 yang diselenggarakan di Hotel Santika Jakarta, Jumat (7/1).

Ia mengungkapkan, satelit NASA tersebut bisa dimanfaatkan berkat adanya sensor SeaWiFS pada satelit. Sensor itu akan membantu mengindra Bumi dan menggolongkan citranya dalam beberapa spektrum. Salah satu spektrumnya secara tidak langsung bisa menggambarkan distribusi ikan.

Satelit ini mampu membaca penyebaran klorofil a. Klorofil a merupakan pigmen pendukung fotosintesis yang dimiliki fitoplankton. "Logikanya, jika terdapat fitoplankton melimpah, klorofil a pun melimpah, dan di daerah itulah ikan juga melimpah," jelas Fardhi.

Jika dicitrakan, klorofil a akan tampak dalam beberapa warna. Warna ungu menunjuk pada konsentrasi klorofil a yang rendah, berarti pula jumlah ikan di wilayah perairan itu kecil. Sementara warna kuning menunjukkan jumlah klorofil a yang berlimpah, berarti kelimpahan ikan juga tinggi.

Untuk menguji hubungan antara klorofil a dan distribusi ikan, Fardhi bersama dosennya, Khairul Munadi, melakukan pemantauan sepanjang Juni-November 2008. Hasilnya, keduanya berhubungan. Fardhi mengaku perlu fasilitas berbayar jika ingin pencitraan lebih detail.

Pencitraan dasar hanya butuh komputer yang memadai dan koneksi internet. Jadi, ujar Fardhi, teknologi ini termasuk murah. Kemudahan ini, menurut dia, membuat hasil risetnya bisa diaplikasikan. Persiapannya hanya tinggal cara mengomunikasikan kepada nelayan.

Informasi lokasi penyebaran ikan ini bisa dimanfaatkan oleh nelayan. "Kita bisa komunikasikan pada nelayan. Mereka tidak perlu berputar-putar ke laut mencari ikan sebab sudah tahu lokasinya," katanya. (Yunanto Wiji Utomo)

Sumber : Nasional Geographic Indonesia
READ MORE - MAHASISWA INDONESIA GUNAKAN SATELIT NASA UNTUK MEMANTAU IKAN

SAIL WAKATOBI - BELITONG 2011 SIAP DIGELAR

Indonesia akan menggelar kegiatan kebaharian nasional tahunan yang diberi nama Sail Wakatobi-Belitong (SWB) 2011 antara lain sebagai ajang investasi serta promosi budaya dan wisata bahari di Wakatobi dan Belitong.

"Kegiatan bahari bertaraf internasional ini akan berdampak baik bagi pembangunan ekonomi nasional khususnya perekonomian kawasan setempat," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Menurut Fadel, penyelenggaraan kegiatan kebaharian nasional pada tahun 2011 ini akan mengambil tema "Clean the Ocean for Future Live".

Maksud dari pengambilan tema itu adalah bertujuan untuk menyikapi terjadinya perubahan iklim yang disebabkan meningkatnya suhu permukaan air laut akibat dari berbagai aktivitas pengelolaan kelautan yang tidak memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Syahrin Abdurrahman mengatakan, terdapat enam kegiatan utama dalam SWB 2011.

Keenam kegiatan itu antara lain adalah yacht rally, aksi sosial dalam Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, seminar nasional dan internasional mengenai pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Sedangkan kegiatan utama lainnya adalah lintas nusantara remaja bahari, pameran produk kelautan dan perikanan, serta acara puncak yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

SWB 2011 akan dilaksanakan selama enam pekan yang dimulai pada pekan kedua Juli hingga pekan keempat Agustus.

Sementara untuk kegiatan yacht rally akan dimulai pada 23 Juli di Darwin, Australia. Para peserta rally direncanakan melewati 21 kabupaten/kota di Indonesia sebelum berakhir di Singapura.

Sedangkan untuk Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya akan digelar di enam provinsi yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - SAIL WAKATOBI - BELITONG 2011 SIAP DIGELAR

KEARIFAN LOKAL TIDAK BISA CEGAH DEGRADASI TERUMBU KARANG

MAKASSAR- Degradasi terumbu karang yang saat ini masih terus berlangsung dan tidak lagi bisa diatasi hanya dengan kearifan lokal dan pengelolaan tradisional saja tanpa memahami dinamika ekologisnya.

Degradasi itu hanya dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang strategis dan komprehensif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dan terdepan (frontier of sciences), ucap Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc dalam orasi penerimaan jabatan Guru Besar Universitas Hasanuddin di Makassar, Senin (24/1).
Dalam orasi berjudul "Terumbu karang Indonesia di tengah globalisasi dan ancaman pemanasan global" di dalam rapat Senat Terbuka Luar Biasa Unhas dipimpin Rektor/Ketua Senat Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi, Jamaluddin Jompa mengatakan, terumbu karang Indonesia secara alamiah telah ditakdirkan menjadi pusat segitiga karang dunia, yang bukan hanya terluas, melainkan juga tertinggi tingkat keanekaragaman hayati lautnya di seluruh perairan laut yang ada di planet bumi ini.

"Globalisasi dan perubahan iklim adalah fakta yang tidak bisa dihindari, sehingga pengelolaan ekosistem terumbu karang pun harus merespon perubahan-perubahan peluang dan tantangan tersebut," ujar guru besar Ekologi Terumbu Karang Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas tersebut.

Dia menyebutkan, secara umum, minimal ada lima solusi yang strategis untuk pengelolaan terumbu karang Indonesia ke depan. Pertama mengurangi/mengatasi berbagai penyebab kerusakan/tekanan ekosistem. Kedua, menerapkan sistem pemanfaatan sumberdaya terumbu karang berbasis ekosistem. Ketiga, memelihara/meningkatkan ketahanan ekosistem (ecosystem resilience). Keempat, membangun jejaring kawasan konservasi laut yang berkualitas. Kelima, pengelolaan yang adaptif termasuk adaptasi perubahan iklim.

Menurut Jamaluddin, ekosistem memang dikenal sangat produktif, sehingga terumbu karang yang sehat bisa menghasilkan ikan karang yang lestari sekitar 30 metrik ton per km2/tahun. Namun demikian, akibat tekanan yang berlebihan melewati daya dukung tdua ton per km2/tahun.


"Dengan memahami dan menerapkan pemanfaatan berbasis ekologis, maka terumbu karang Indonesia yang luasnya sekitar 70.000 km2, sungguh merupakan potensi besar bagi perekeonomian nasional," kala lulusan doktor Ekologi Terumbu Karang, James Cook University, Australia 2001 tersebut.

Kemampuan ekosistem mempertahankan dan memulihkan diri dari berbagai tekanan, termasuk akibat pemanasan global, sangat tergantung dari kesehatan ekosistem terumbu karang itu sendiri. Keseimbangan bio-ekologis dari unsur-unsur pembentuk ekosistem terumbu karang merupakan salah satu kunci yang sangat penting.

Salah satu strategi pengelolaan sumberdaya perikanan internasional yang terbukti dapat menjaga keseimbangan ekologis secara efektif adalah melalui pengembangan kawasan konservasi. Keseimbangan ekologis ini terbukti memberi manfaat yang besar terhadap perbaikan dan pemulihan populasi organism terumbu karang, bukan hanya di dalam kawasan konservasi, melainkan juga di sekitar, bahkan di luar kawasan konservasi.

"Hal ini dimungkinkan karena sifat ekosistem laut yang memiliki keterhubungan yang sangat kuat antara berbagai habitat dengan jarak yang relatif jauh," kata guru besar ke-270 Unhas yang sudah menyampaikan orasi penerimaan jabatannya. (ant/hrb)

READ MORE - KEARIFAN LOKAL TIDAK BISA CEGAH DEGRADASI TERUMBU KARANG

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas