INDONESIA GANDENG APEC : PERDAGANGAN IKAN KARANG HIDUP BERKELANJUTAN

Senin, Maret 07, 2011



Salah satu isu yang disepakat dalam pertemuan APEC ketiga dan dimuat dalam Deklarasi Paracas adalah isu kelautan terhadap keamanan pangan. Salah satu jenis ikan yang permintaan mengalami peningkatan secara signifikan adalah ikan karang hidup (seperti ikan kerapu), terutama pasar internasional. Sementara itu, perdagangan ikan karang hidup secara berkelanjutan merupakan salah satu komponen penting di dalam melaksanakan keamanan pangan. Disampaikan Dr.Gellwynn Jusuf selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan sekaligus Lead Shepherd-APEC Fisheries Working Group pada saat membuka secara resmi workshop internasional bertajuk "market-based improvement on live reef fish food trade" di Hotel Sanur Paradise, Bali hari ini (1/3).

Lebih lanjut Gellwynn menyampaikan bahwa pengaturan perdagangan ikan karang hidup harus dilakukan dengan pendekatan yang konperhensif untuk meyediakan akses masyarakat terhadap pangan, perdagangan, keamanan lingkungan dan keberlanjutan sumberdaya. Keberadaan lingkungan "sehat" diyakini dapat meningkatkan populasi dan kelangsungan ikan karang. Harga ikan karang hidup di pasaran jauh lebih tinggi dibandingkan ikan sejenis yang telah diolah, bahkan ikan karang hidup dari alam lebih banyak diminati dibandingkan ikan karang hasil budidaya. Untuk itu, forum kerjasama ekonomi Asia Pasifik (APEC) sangat berperan dalam menyelaraskan perdagangan ikan karang hidup secara lestari, mengingat sebagian besar yang terlibat dalam perdagangan ikan karang hidup adalah anggota APEC, tegas Gellwyn.

Sementara itu, Dirjen P2HP, Dr. Victor Nikijuluw dalam sambutannya yang disampaikan Sesditjen P2HP, Dr. Syafril Fauzi menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dunia internasional dalam penyelamatan kelestarian ikan karang hidup, khususnya dalam hal pengaturan perdagangannya. Menurutnya, saat ini kelestarian perdagangan ikan karang hidup terancam karena beberapa hal, yaitu: praktek penangkapan ikan ilegal dan destruktif (bom, sianida dll), penangkapan ikan berlebih (over fishing), menangkap ikan berukuran kecil, dan tingginya permintaan ikan karang hidup dari alam serta anaknya yang setiap tahun mengalami peningkatan. Forum ini diharapkan dapat mengatur mekanisme perdagangan ikan karang hidup sehingga keberlanjutan sumberdaya ini terjaga.

Permintaan ikan karang hidup sejak tahun 1998 terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini memberikan dampak serius terhadap kelestarian ikan karang hidup. Saat ini, Hongkong tercatat sebagai importir utama komoditas ikan karang hidup, dengan nilai sekitar Rp 1,4 triliun pada tahun 2008 dan Indonesia menjadi salah satu negara eksportir terbesar ke negara tersebut, yakni sebesar 25 persen atau masih dibawah Filipina yang berkontribusi sebesar 28 persen.

Penyelenggaraan workshop dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan sekretariat APEC dan organisasi lingkungan hidup World Wildlife Fund (WWF). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (1-3 Maret 2011) dihadiri oleh 122 peserta dari 12 negara anggota APEC, yaitu: Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Thailand, Vietnam, Peru, Rusia, Filipina, Hongkong, Australia, Papua Nugini, dan Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dari para anggota APEC mengenai pentingnya pengelelolaan perdagangan ikan karang hidup secara berkelanjutan, disamping bertukar pengalaman para negara anggota sehingga dapat menjadi proses pembelajaran negara lainnya.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, (HP. 0811836967)

Sumber : Antara News Indonesia

READ MORE - INDONESIA GANDENG APEC : PERDAGANGAN IKAN KARANG HIDUP BERKELANJUTAN

PINDAI LOKASI : HIU PAKAI SISTEM PEMETAAN MENTAL

Jumat, Maret 04, 2011

Hiu memiliki sistem navigasi internal yang memungkinkan mereka menentukan tujuan akhir dalam kurun 30 mil. Hiu juga memanfaatkan medan magnet bumi.

Ilmuwan di Florida Museum of Natural History menemukan bahwa gerakan hiu menetapkan tujuan dengan tepat melibatkan kemampuan pemindaian hiu berdasarkan memori yang tersimpan dari perjalan sebelumnya.

"Penelitian kami menunjukkan hiu memiliki penentuan lokasi dengan sangat tepat. Secara sederhana, mereka tahu harus pergi ke arah mana," ujar ilmuwan Yannis Papastamatiou. Banyak orang yang mampu berjalan dengan tujuan 3,7 hingga lima mil namun bayangkan itu terjadi pada jarak yang lebih jauh di laut pada malam hari.

“Siapapun yang sering menyelam tentu memahami bahwa berada di bawah laut tanpa kompas sangatlah sulit. Namun, kemampuan ini kami temui pada hiu harimau,” kata Papastamatiou lagi.

Hiu mampu mendeteksi 30 mil dengan melihat bentuk gerakan dari skala spasial yang berbeda. Inilah cara menggabungkan jarak dan panjang relatif secara sederhana.

Ilmuwan juga menemukan hiu dewasa memiliki kemampuan navigasi yang lebih baik dari hiu remaja. ini berarti kemampuan pemetaan tersebut dibangun sejalannya waktu.

Kekuatan indrawi hiu memang legendaris. Hewan tersebut juga mampu mendeteksi konsentrasi bahan kimia sekecil apapun dalam air, frekuensi suara rendah hingga ratusan meter serta memanfaatkan medan magnet.

Penelitian terbaru dipublikasikan di Journal of Animal Ecology.

Sumber : Inilah . Com


READ MORE - PINDAI LOKASI : HIU PAKAI SISTEM PEMETAAN MENTAL

MEMULIHKAN ALAM MELALUI WISATA BAHARI

Rabu, Maret 02, 2011


Restoran menjadi salah satu aspek penting dalam pariwisata. Destinasi wisata di daerah pesisir menjadikan bahan-bahan laut sebagai hidangan utama di restoran. Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa mengatakan selalu ada godaan untuk mengambil sumber daya laut yang berdekatan dengan pasar secara berlebihan.

"Orang yang makan tidak pernah tahu ikan dari mana dan kondisi laut bagaimana. Nelayan sebagai pengamat alam. Komoditi ikan masih bisa diproduksi secara alami misalnya seperti ikan baronang yang pertumbuhannya cepat, bisa dimanfaatkan secara lestari," ungkapnya Selasa, (1/3/2011). Hanya saja, lanjutnya, asal setiap area ikan tidak ditangkap secara berlebihan. Ia menuturkan ikan memiliki populasi optimun dan bisa diatur pengambilan ikan secara lestari.

"Laut bukan seperti tambang. Alam punya kemampuan untuk tumbuh sendiri. Kalau tidak diambil akan mati alami. Hanya saja, manusia mengambil sumber daya laut melebihi kemampuan alam untuk memproduksi," katanya. Ia menambahkan untuk meningkatkan produksi maka perlu turunkan dulu produksi.

"Tapi kita nggak pernah kasih break. Kalau kita manage kan ada istilahnya zoning. Tempat lain bisa diambil secara lestari baik jumlah maupun ukurannya. Ini perlu tindakan kolektif. Ekstraktif boleh saja, tapi diatur," ungkapnya.

Ia mengatakan untuk ikan agar jangan ambil yang masih kecil. "Cukup berikan 1 kali untuk ikan kawin sudah oke. Ikan bisa bertelur puluhan ribu. Kenapa ikan bisa habis? Karena tidak diberi kesempatan satu kali saja untuk kawin. Itu solusinya. Seringkali pikiran nelayan kalau lepas ikan kecil mikirnya besok diambil nelayan. Perlu menahan godaan secara kolektif," jelasnya.

Sebagai contoh adalah Australia. Jamaluddin mengatakan kepiting betina tidak boleh dikonsumsi di Australia. "Di Indonesia populasi kepiting turun terus. Tidak ada kepedulian untuk melestarikan laut secara action," imbuhnya. Wisata bahari, menurutnya, tidak sekadar laut yang sedap dipandang namun juga kesempatan alam untuk pulih.

READ MORE - MEMULIHKAN ALAM MELALUI WISATA BAHARI

2050, TERUMBU KARANG DUNIA "PUNAH"

Selasa, Maret 01, 2011

Eksploitasi berlebihan tanpa diikuti dengan pelestarian jangka panjang pada terumbu karang meningkatkan resiko kepunahan terumbu karang. Laporan Lembaga Sumber Daya Dunia (WRI) di Washington berikut 25 organisasi lainnya meramalkan bila kondisi itu tidak mengalami perubahan maka di tahun 2050 mendatang, terumbu karang dunia akan punah.

WRI juga menyebutkan terumbu karang yang membentang dari Samudera Hindia, Australia hingga Karibia merupakan kawasan terumbu karang yang paling bersiko punah. Di kawasan itu sebagian besar negara mengekploitasi terumbu karang guna kegiatan ekonomi konsumtif.

Jane Lubchenco, peneliti dari US National Oceanic dan Atmospheric, mengatakan perubahan iklim ditambah ancaman dari daratan seperti bergerakan lempeng bumi dan lainnya serta tekanan dari lautan berupa badai atau tsunami menyebabkan resiko signifikan terhadap keberlangsungan hidup terumbu karang." Kondisi ini mutlak membutuhkan gerak cepat terutama dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan karbondioksida guna mencegah situasi yang mengerikan menimpa terumbu karang," papar dia seperti dikutip Dailymail, Kamis (24/2).

WRI juga menyebut Emisi karbon dioksida dari konsumsi bahan bakar berkontribusi membuat lautan lebih asam, yang menghalangi pembentukan karang. Selain itu, suhu permukaan laut lebih hangat menyebabkan pemutihan karang.

Penyebab lainnya yang juga berbahaya bagi terumbu karang adalah aktivitas manusia seperti penangkapan ikan secara berlebihan, metode penangkapan ikan yang merusak seperti menggunakan bahan peledak atau racun, limbah kimia dari pertanian, minyak tumpah, kapal yang menyeret jangkar dan rantai di terumbu serta aktivitas pariwisata berkelanjutan.

Lebih dari 275 juta orang di dunia bertempat tinggal berjarak 18 mil dari terumbu karang. Padahal do lebih dari 100 negara, terumbu karang melindungi daratan lebih dari 93.000 mil dari garis pantai.

Laporan ini juga mengidentifikasi 27 negara - sebagian besar di Karibia, Pasifik dan samudra India - diramalkan mengalami masalah sosial dan ekonomi jika terumbu karang rusak atau hilang. Di antara 27 negara, sembilan negara seperti Komoro, Fiji, Grenada, Haiti, Indonesia, Kiribati, Filipina, Tanzania dan Vanuatu, merupakan negara dengan terumbu karang yang paling rentan punah.

Lauretta Burke, salah seorang Peneliti WRI mengatakan situasi ini merupakan ancaman sempurna. Menurut dia, situasi ini adalah fase sangat kritis bagi sistem ekologi kelautan dunia.

READ MORE - 2050, TERUMBU KARANG DUNIA "PUNAH"

RUMPON PENYEBAB SULITNYA IKAN TUNA DITANGKAP DI BITUNG

Jumat, Februari 25, 2011


Nelayan di Kota Bitung Sulawesi Utara mengeluhkan makin sulitnya menangkap ikan tuna. Hal ini berdampak pada hasil tangkapan dan keuntungan yang didapat. Menurut mereka, kesulitan mencari tuna terjadi setelah tahun 2005.

"Sebelum tahun 2005, sekali melaut bisa dapat 18 ekor. Setelah tahun 2005, paling dapatnya 7 ekor," kata Mustafa Demolingo, salah seorang nelayan di kampung Candi, Bitung yang puluhan tahun telah melaut mencari tuna.

Kesulitan berkaitan dengan berkurangnya stok ikan di wilayah tempat nelayan biasa mencari tuna. Mustafa mengatakan, "sekarang kita harus cari tuna makin jauh, lebih dari 80 mil."

Yusuf Tamara yang juga nelayan di wilayah Candi mengatakan, dahulu nelayan biasa menangkap tuna di jarak kurang dari 30 mil. "Cuma di belakang Pulau Lembeh itu (pulau dekat pantai Bitung)," ungkapnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menangkap ikan pun lebih lama. Nelayan mengatakan bahwa saat ini diperlukan 7-10 hari. Padahal, sebelumnya hanya perlu sehari untuk mengisi penuh kapal.

Mustafa mengungkapkan, rumpon yang terdapat di laut lepas ialah biang keladi permasalahan itu. "Banyak nelayan asing pasang rumpon di Laut Maluku. Karena tuna sudah ditangkap di sana, maka tidak datang ke sini," katanya.

Rumpon adalah alat yang diciptakan oleh nelayan untuk mengumpulkan ikan di wilayah tertentu. Dalam perikanan tuna, rumpon digunakan untuk mengumpulkan cakalang, pangan tuna. Kumpulan cakalang akan menarik kawanan tuna datang sehingga lebih mudah ditangkap.

Sementara, Mustafa dan Yusuf mengatakan, umumnya nelayan asing yang dimaksud berasal dari Filipina dan Taiwan. Nelayan Filipina biasanya menangkap ikan hingga perairan Sulawesi, Maluku, Halmahera Utara dan Irian Jaya. Sementara nelayan Taiwan biasanya menangkap di perairan Arafura.

Untuk mengatasi kesulitan mendapat ikan, saat ditemui Kompas.com Kamis (24/2/2011), Mustafa mengatakan, "Pemerintah ini harus kontrol kapal-kapal asing itu. Kalau tidak diatasi ya makin susah."

Dengan berkurangnya penangkapan ikan, Yusuf mengatakan bahwa penghasilan bisa turun drastis. "Kalau sekarang ini dapatnya 10 juta per tahun rata-rata. Kalau dulu itu 10 juta per bulan," paparnya.

Nelayan Candi adalah kalangan yang menangkap tuna dengan memancing (handline). Tuna yang ditangkap oleh nelayan tersebut adalah tuna yang sedang bergerak, berada relatif lebih dekat dari permukaan air.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - RUMPON PENYEBAB SULITNYA IKAN TUNA DITANGKAP DI BITUNG

EKOWISATA MEMBANTU PELESTARIAN


Ecotourism atau ekowisata dapat membantu pelestarian hutan. Salah seorang delegasi dari Kamboja dalam acara International Youth Forum On Climate Change, di JCC Jakarta mengungkapkan hal tersebut pada sesi Komodo, Biodiversity, Climate Change, pada Kamis (24/2/2011).

"Kami punya ekowisata untuk menjaga hutan. Namun hutan ditebas untuk kebutuhan tambang," katanya.

Ia mengatakan ekowisata yang dikembangkan tersebut hanya bertahan satu tahun karena hutan diubah menjadi lahan pertambangan. Pihaknya bertahun-tahun mencoba mempengaruhi pemerintah untuk mempertahankan hutan. Tetapi, usaha ini selalu buntu.

Siti Nuramaliati Prijoni dari LIPI saat menanggapi pernyataan tersebut mengatakan bahwa permasalahan tersebut juga terjadi di Indonesia. Namun, Indonesia mempunyai regulasi yang ketat bila mengubah hutan menjadi kebutuhan lain.

"Saat ini tidak mudah untuk mengkonversi hutan menjadi fungsi lain, seperti pertambangan," kata Siti.

Ia mengaku umumnya pemerintah daerah memerlukan uang secara cepat. Sementara itu, pertambangan menghasilkan uang lebih banyak dan cepat daripada ekowisata.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - EKOWISATA MEMBANTU PELESTARIAN

TAMAN TERUMBU KARANG BUATAN - DARI PATUNG MANUSIA DI MEKSIKO

Kamis, Februari 24, 2011


Pernah tahu soal terumbu karang buatan? Kala becak tak lagi boleh beroperasi, di Jakarta pernah ada kebijakan untuk membuang becak-becak itu ke laut. Maksudnya bukan asal buang, melainkan untuk dijadikan terumbu karang buatan. Baru-baru peletakan terumbu artifisial juga dilakukan di Cancun, Meksiko. Namun, terumbu karang buatan dibuat dari patung-patung khusus.

Lebih dari 400 patung permanen telah dipasang beberapa bulan terakhir di Taman Laut Nasional Cancun, Isla Mujeres, dan Punta Nizuc sebagai bagian dari karya seni besar yang disebut "The Silent Evolution". Instalasi tersebut adalah usaha sebuah museum bawah laut baru bernama MUSA (Museo de Arte Subacuático).

Patung-patung manusia berukuran sebesar manusia itu bibuat oleh pematung Inggris yang tinggal di Meksiko, Jason deCaires Taylor. Penempatan di laut Karibia ini rencananya mencakup area seluas lebih dari 420 meter persegi.

Taylor berharap patung-patungnya bisa menggantikan terumbu karang di wilayah tersebut, yang telah rusak akibat polusi, pemanasan global, exploitasi, dll. "Masyarakat" bawah air tersebut diharapkan mampu mengalihkan perhatian lebih dari 750.000 wisatawan yang tiap tahun mengunjungi terumbu karang di situ.


"(Wisata) Itu membuat mengancam keberadaan terumbu karang yang ada," kata Taylor kepada National Geographic. "Jadi, proyek ini adalah bagian dari rencana untuk benar-benar menjauhkan orang-orang dari terumbu alami dan membawa mereka ke area terumbu buatan."


READ MORE - TAMAN TERUMBU KARANG BUATAN - DARI PATUNG MANUSIA DI MEKSIKO

KONTES MENULIS PENGALAMAN HIJAU - YOURCONTEST (YC)

YContest! (YourContest) adalah Kontes Kreatif dengan tema Share Pengalaman Hijau. Yaitu pengalaman kamu dalam hal membantu menghijaukan kehidupan di sekitarmu, dari mulai kegiatan-kegiatan kecil tentang kebersihan, pengalaman usaha kamu dalam menghijaukan lingkungan atau kegiatan besar; pengabdian masyarakat, kegiatan amal sosial, atau kegiatan yang lain yang bahkan sampai merubah hidup kamu, sangat terkenang.

Pengalaman dapat ditulis dalam bentuk cerita narasi. Kamu dapat membuat cerita kamu di Notes Facebook dengan syarat akun contest ini di-tag di dalam notes tersebut. Cerita pengalaman berformat bebas selayaknya kamu cerita ataupun curhat. format juga dapat dalam bentuk karya ilmiah, intinya bebas sebebas kreatifitas kamu. Dalam judul notes ditambahka tulisan [YContest!]. contoh : [YContest!] Berhijau dengan sepetik daun.

Akun YContest! dalam facebook dapat dilihat , disini.

Penilaian:
Penilaian cerita didasarkan beberapa aspek ;

  • Menarik
  • Unik
  • Kesesuaian dengan Tema
  • Manfaat (dapat menjadi panutan bagi yang lain)
  • Jumlah Likes, Comment, dan tag di Notes Cerita Kamu (optional, poin tambahan)
  • Menambahkan cerita dan icon YShop! (YourShop)* (optional, poin tambahan)
  • Cerita dan icon YShop dapat dilihat di http://yourshopers.com

Hadiah (Prices):

  • 1st Winner : Nominal Sebesar Rp. 1 000 000,00 + Voucher total 90%
  • 2nd Winner : Nominal Sebesar Rp. 750 000,00 + Voucher total 70%
  • 3rd Winner : Nominal Sebesar Rp. 500 000,00 + Voucher total 50%

Waktu:

Pendaftaran Ditutup : 28 Februari 2011
Penjurian Cerita : 1- 15 Maret 2011
Pengumuman Pemenang : 17 Maret 2011
Pengumuman pemenang dapat dilihat di website http://yourshopers.com.

(Hati-hati Penipuan! YShop tidak pernah memungut biaya apapun kepada pemenang,
kecuali biaya pendaftaran)

Sumber : YourShopper - Gerakan Mahasiswa Menghidupkan Penghijauan




READ MORE - KONTES MENULIS PENGALAMAN HIJAU - YOURCONTEST (YC)

SPESIES KUDA LAUT MINI DITEMUKAN

Rabu, Februari 23, 2011

Spesies baru kuda laut berhasil ditemukan. Kuda laut ini unik sebab berukuran hanya beberapa milimeter. Selain itu, spesies baru ini juga tidak memiliki struktur sirip di bagian dorsal atau punggung.

Spesies baru kuda laut ini dinamai Hippocampus paradoxus. Keberadaannya baru disadari setelah spesimen kuncinya disimpan lebih dari satu dasawarsa di South Australian Museum di Adelaide.

Ralph Foster, manajer koleksi di museum tersebut, mengatakan, "Spesies ini diketahui dari sebuah spesimen yang telah berada di museum sejak 1995. Saya menemukannya di rak pada 2006 dan menyadari ada yang tidak biasa."

Foster kemudian menganalisis dengan menggunakan CT Scan untuk mendapatkan citra tiga dimensi rangka hewan itu. Cara ini biasa digunakan ilmuwan untuk menentukan karakteristik taksonomi penting berdasarkan sistem rangkanya.

Setelah menganalisis, Foster menentukan bahwa spesimen tersebut memang spesies baru kuda laut. Spesies ini unik sebab berukuran mini, hanya beberapa milimeter, serta tidak memiliki sirip dorsal atau punggung.

"Penelitian membedakan dengan jelas spesimen dari semua spesies kuda laut yang ada," kata Foster. Karena itu, spesies ini dinamai paradoxus sebab ciri-cirinya aneh dan kontradiktif dengan spesies-spesies lain.

"Spesies ini mungkin tidak pernah atau setidaknya jarang ditemukan sebelumnya," tutur Foster. Hal itu mungkin berkaitan dengan habitat spesies yang terpencil ataupun minimnya survei.

Kedalaman tempat spesimen ini ditemukan termasuk zona Mesophotic. Zona tersebut biasanya di luar jangkauan scuba diver, yang biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kemungkinan adanya spesies baru.

"Dugaan saya, kemungkinan spesies ini umum pada habitat pilihannya. Namun, dibutuhkan syarat-syarat sangat spesifik untuk membuatnya terdistribusi merata, kecuali Anda menemukan habitat tepat," ucap Foster.

Saat ini telah ditemukan 230.000 jenis kehidupan laut, termasuk kuda laut. Jumlah tersebut diperkirakan hanya 30 persen jumlah sebenarnya. Ilmuwan menduga banyak spesies akan punah sebelum ditemukan sebab banyak laut telah dirusak.

"Kuda laut adalah hewan yang sangat sensitif terhadap polusi dan kerusakan habitat. Bisa jadi jenis yang baru diidentifikasi sudah punah dari alam liar," kata Chris Brown dari Weymouth Sea Life Park.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - SPESIES KUDA LAUT MINI DITEMUKAN

PENYU LANGKA TAMPAKKAN DIRI DI SUMATERA

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) menampakkan diri di salah satu pantai di Sumatera. Penyu belimbing adalah salah satu jenis penyu yang sangat langka dan tergolong paling terancam punah.

Khairul Amra, anggota grup konservasi lokal, Kamis (17/2/2011) mengatakan kepada AP bahwa ia menjumpai penyu itu selama akhir pekan sebelum penyu itu kembali ke air. Khairul mengatakan, ia menjumpai penyu tersebut bersama lusinan telur yang diletakkan penyu itu.

Ini untuk ketiga kalinya para ahli menjumpai penyu jenis tersebut di pantai yang sama. Penyu belimbing adalah spesies yang telah mengembara lautan selama 100 juta tahun. Namun, kini jumlah penyu belimbing hanya sekitar 30.000 ekor.

Spesies yang ditemui di Sumatera ini memiliki ukuran 3 meter, ukuran maksimal penyu jenis itu bisa tumbuh. Keberadaan spesies ini terancam oleh perburuan telur dan perikanan komersial.

READ MORE - PENYU LANGKA TAMPAKKAN DIRI DI SUMATERA

PENYELAM DISERANG 2 HIU PUTIH

Kepolisian Australia mengatakan bahwa seorang penyelam tewas di wilayah lepas pantai Australia Selatan akibat serangan 2 hiu putih raksasa. Serangan terjadi Kamis (17/2/2011) pekan lalu di dekat permukaan perairan yang terletak di 15 mil sebelah barat Coffin Bay National Park. Hiu putih memang sering ditemui di wilayah itu.

Penyelam itu tengah mencari Abalone, jenis kerang laut besar yang bisa dimakan, ketika diserang. Hingga pencarian Jumat kemarin, mayat penyelam belum ditemukan. Seorang kapten kapal boat yang membawa penyelam menyaksikan serangan tersebut. "Tak ada cara baginya untuk bertahan dari serangan," kata kapten yang tak disebutkan namanya.

Petugas layanan ambulans mengatakan bahwa setelah serangan terjadi, kapten kapal kembali ke pantai. Di sana, ia dirawat karena shock.

Bisnis abalone merupakan bisnis bernilai 50 juta dollar AS di Australia Selatan sehingga banyak orang melakukannya. Sejak tahun 1985, orang telah terbunuh karena hiu di perairan Australia.

READ MORE - PENYELAM DISERANG 2 HIU PUTIH

AKTIVIS GAGALKAN PERBURUAN PAUS DI JEPANG

Selasa, Februari 22, 2011

Aktivis lingkungan yang tergabung dalam The Sea Shepherd Conservation Society menyuarakan protes dan membuat pemerintah Jepang menghentikan kegiatan ekspedisi tahunan berburu paus sebelum musim berakhir. Kapal kelompok Sea Shepherd memblokade kapal induk Jepang yang tengah melakukan ekspedisi di wilayah Antartika.

Upaya para aktivis ini untuk menggagalkan pelayaran sejumlah kapal pemburu di perairan beku Antartika berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga menghalang-halangi kapal-kapal dengan muatan harpoon atau senjata berburu paus untuk ditembakkan ke arah kerumunan paus di perairan itu.

Perburuan ini rupanya dicurigai memiliki tujuan bagi kepentingan komersial. "Setiap paus yang berhasil diselamatkan adalah kemenangan bagi kami," ujar Paul Watson, kapten kapal Sea Shepherd sekaligus pendiri The Sea Shepherd Conservation Society kepada AFP.

Pemerintah Jepang mengatakan mereka menghentikan perburuan itu pada 10 Februari. Padahal normalnya perburuan seperti ini berlangsung hingga pertengahan Maret. Tetapi masih belum ada kepastian apakah penghentian ini akan berlaku seterusnya.

Menurut Watson, rombongan kapal Jepang tersebut melibatkan setidaknya 180 orang yang terbagi dalam empat kapal, dengan target membunuh hingga 945 paus di Antartika.

Watson menyatakan, "Kami akan tetap mengikuti kapal-kapal milik Jepang ini hingga mereka kembali ke utara dan kami merasa yakin kalau mereka keluar dari kawasan tempat paus berada di Perairan Selatan."

Penangkapan paus untuk kepentingan komersial sebenarnya sudah dilarang semenjak 1986. Jepang kerap beralasan mereka melanjutkan penangkapan untuk kepentingan riset ilmiah, tapi mereka tidak dapat mengelabui fakta bahwa banyak dari daging paus buruan tersebut akhirnya dikonsumsi sebagai salah satu jenis hidangan di restoran-restoran.

READ MORE - AKTIVIS GAGALKAN PERBURUAN PAUS DI JEPANG

MISTERI MATINYA 100 PAUS


Lebih dari 100 ikan paus pilot mati karena terdampar secara massal di satu pantai terpencil di Selandia Baru, kata beberapa pejabat pelestarian alam, Senin (21/2/2011).

Beberapa pendaki pada Minggu (20/2/2011) juga menemukan 107 ikan paus yang terdampar di pantai Stewart Island, di lepas pantai di sebelah barat daya South Island.

Beberapa ikan paus dilaporkan sudah mati, dan petugas DOC harus menyuntik mati 48 ikan paus lainnya sebab tak ada harapan untuk bisa mengirim mereka ke laut lagi.

"Kami segera menyadari bahwa diperlukan setidaknya 10 sampai 12 jam sebelum dapat mengirim mereka kembali ke laut, dan mengingat cuaca panas, kering, banyak ikan paus lagi akan mati," kata petugas.

Juru bicara DOC mengatakan, topan juga menerjang pantai di dekat Mason Bay, tempat ikan paus tersebut terdampar, sehingga berbahaya jika orang berusaha mengembalikan ikan paus itu ke laut. "Kami khawatir akan membahayakan keselamatan staf dan relawan," katanya.

Ikan paus pilot dengan panjang tubuh sampai enam meter adalah makhluk mamalia laut yang biasa terlihat di perairan Selandia Baru.

Peristiwa ikan paus terdampar massal biasa terjadi di pantai yang menghampar di negeri tersebut. Awal Februari, 14 ikan paus mati setelah terdampar di pantai di dekat kota wisata Nelson di South Island. Sebelumnya, 24 ikan paus mati bulan Januari di dekat Cape Reinga di bagian utara jauh negeri itu.

Apa penyebabnya?

Para ilmuwan tak yakin penyebab kematian ikan paus pilot itu karena membiarkan diri mereka terdampar di pantai, alias bunuh diri massal. Mereka berspekulasi, itu mungkin terjadi ketika suara bergemuruh di air dangkal.

Spekualasi lain, ada rombongan ikan paus pilot yang sakit bergerak menuju pantai dan yang lain mengikuti hingga terdampar. Namun, penyebab pastinya masih misteri hingga kini.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - MISTERI MATINYA 100 PAUS

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas