WARGA SELAYAR DIMINTA PERANGI PERUSAK TERUMBU KARANG

Kamis, April 07, 2011


Bupati Kepulauan Selayar Syahrir Wahab membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengamanan Taman Nasional Taka Bonerate.

Bupati meminta menjaga Taman Nasional Taka Bonerate, karena itu mengajak terus menjaga kelestarian terumbu karang di Taman Nasional Taka Bonerate.

Dikatakannya Potensi besar Kepulauan Selayar ada di bidang kelautan dan perikanan dengan banyaknya spesies terumbu karang.

Terumbu karang mesti tetap terjaga kelestariannya. Kita harus sepakat menjadikan perusak terumbu karang sebagai musuh bersama.

Olehnya itu kita perlu mensosialisasikan agar masyarakat dapat mengetahui dampak dari illegal fishing. Kemudian menyediakan mata pencaharian alternative dengan budi daya rumput laut dan keramba tancap.

Bupati Kepulauan Selayar Syahrir Wahab mengemukakan kalau pengamanan di laut belum berhasil dengan baik maka langkah yang harus ditempuh adalah pengamanan di darat dengan cara mengidentifikasi pelaku yang sering melakukan illegal fisihing. Kalau ini dijalankan, Bupati yakin ilegal fisihing dapat ditekan seminimal mungkin.

READ MORE - WARGA SELAYAR DIMINTA PERANGI PERUSAK TERUMBU KARANG

LABORATORIUM BAWAH LAUT, WAKATOBI - PULAU HOGA


Laboratorium Bawah Laut Kabupaten Wakatobi di Pulau Hoga, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menjadi pusat penelitian berbagai jenis terumbu karang dan bio energi dunia.

"Penggunaan Laboratorium Bawah Laut Wakatobi sebagai pusat penelitian terumbu karang dan bio energi dunia, akan dimulai bersamaan dengan dibukanya Sekolah Perikanan Internasional yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Bupati Wakatobi, Hugua kepada ANTARA melalui telepon dari Wakatobi, Selasa.

Menurut Bupati Hugua, Sekolah Perikanan Internasional Wakatobi, akan dibuka pada bulan Agustus 2011 mendatang.

Bersamaan dengan peresmian beroperasinya sekolah tersebut kata Hugua, akan digelar penelitian organisma bawah laut Wakatobi yang direncanakan diikuti sebanyak 1.000-an peneliti dari berbagai negara.

Terutama dari universitas yang akan menjalin kerjasama dengan Pemkab Wakatobi untuk mengembangkan sekolah perikanan tersebut.

"Setiap satu peneliti dari luar negeri, akan ditemani peneliti nasional dari LIPI dan berbagai perguruan tinggi di Tanah Air," katanya.

Laboratorium Bawah Laut Wakatobi yang menjadi sarana pendukung utama Sekolah Perikanan Internasional menurut Hugua, akan menjadi pusat penelitian terumbu karang dan bio energi paling aktif di pusat segi tiga terumbu Karang dunia.

Menurut Bupati Hugua, mahasiswa SPI Wakatobi, akan berasal dari enam negara yang menjadi anggota CTI (Coral Triangle Initiative).

Enam Negara tersebut masing-masing Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Salamon, Timor Leste dan Indonesia sendiri.

Bupati Hugua mengatakan, untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten Wakatobi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

"Kami sudah dihubungi pihak Universitas Essex, Cambridge, Oxford di Inggeris, Trinity College Dublin University Irlandia dan Harvard Amerika Serikat, untuk bekerjasama mengembangkan Sekolah Perikanan Internasional di Wakatobi," katanya.

READ MORE - LABORATORIUM BAWAH LAUT, WAKATOBI - PULAU HOGA

PENAMBANGAN TIMAH, ANCAM POPULASI TERUMBU KARANG


"Air laut menjadi keruh dan menyulitkan terumbu karang bernapas."

Seorang pengamat lingkungan hidup dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Rizza Muftiadi, penambangan bijih timah di Kota Pangkalpinang mengakibatkan tingginya endapan lumpur di perairan yang mengancam populasi terumbu karang.

"Penambangan bijih timah memprodusir lumpur sehingga air laut menjadi keruh dan menyulitkan terumbu karang bernapas, karena tidak bisa ditembus sinar matahari yang pada gilirannya biota laut itu tidak tumbuh dan bisa punah," katanya di Pangkalpinang, Minggu.

Kepunahan terumbu karang dapat menimbulkan banyak efek, diantaranya berkurangnya populasi ikan dan abrasi pantai, ujarnya.

Selain penambangan biji timah, kata dia, ada banyak alat tangkap ikan tertentu, seperti pukat harimau dan racun ikan beroperasi di perairan, sehingga dapat merusak terumbu karang, kendati belakangan aktivitas alat tangkap seperti itu mulai berkurang.

"Ini juga menjadi ancaman populasi terumbu karang, sehingga banyak ditemukan terumbu karang mati di perairan laut Pangkalpinang," ujarnya.

Menurut dia, sangat sulit menghentikan kegiatan ekonomi di perairan tersebut, karena Pangkalpinang sudah sejak lama menjadi alur pelayaran dan aktifitas lainnya.

Ia menghemukakan, untuk menjaga populasi terumbu karang sebagai tempat bersarang ikan dan pemecah gelombang agar tidak terjadi abrasi pantai, harus dilakukan penanaman dan pelestarian pohon bakau.

"Populasi pohon bakau dan lamun atau lalang laut berfungsi menjaga habitat karang dengan menyerap lumpur, sehingga terumbu karang bisa hidup dengan baik," ujarnya.

Menurut dia, jika pohon bakau dan lamun banyak tumbuh di daerah pantai, tentu terumbu tumbuh dengan baik karena sedimentasi lumpur diserap kayu bakau, sehingga lumpur tidak mengendap di terumbu karang.

Ia menyatakan, antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan memang saling berseberangan dan dilematis, pada satu sisi harus memenuhi kebutuhan hidup, namun di sisi lain menyebabkan kerusakan lingkungan.

Namun, kata dia, tetap harus ada upaya melestarikannya yaitu melalui kegiatan penghijauan dengan menanam pohon bakau atau melakukan transplantasi terumbu karang.

"Memang upaya ini sudah dilakukan berbagai pihak seperti menanam bibit bakau di Pantau Tanjung Bunga, namun harus tetap dijaga agar bisa tumbuh dan hidup dengan baik sehingga benar-benar mampu menghindari abrasi dan menjaga populasi terumbu karang," ujarnya.

READ MORE - PENAMBANGAN TIMAH, ANCAM POPULASI TERUMBU KARANG

TERUMBU KARANG MENTAWAI KIAN TERANCAM


Saya tidak ikut mengambil terumbu karang ke laut, hanya mengambil sisa dari tumpukan kalau tak dibawa pemiliknya !!

Terumbu karang di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kian terancam karena masih digunakan masyarakat setempat untuk alternatif material bahan bangunan rumah.

"Kita akan koordinasikan dengan instansi terkait dan segera menyurati Bupati Mentawai, jika masih berlangsung aktivitas pengambilan terumbu karang di perairan itu," kata Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Sumbar Ir Yosmeri ketika dikonfirmasi di Padang, Senin.

Yosmeri mengatakan, di Mentawai sebenarnya sudah ada Peraturan Daerah yang melarang masyarakat mengambil terumbu karang untuk dijadikan material bahan bangunan.

Warga Desa Taikako, Kecamatan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Man Yosep (40-an) saat ditemui di Dermaga Taikako, pekan lalu mengatakan, terumbu karang yang ditumpuk di Dermaga itu untuk material alternatif material bangunan.

Batu air untuk material pondasi bahan bangunan sulit didapatkan di Kepulauan Mentawai, karena itu banyak terumbu karang yang dijadikan alternatif.Jasa bagi para pencari adalah Rp100 per meter kubik hingga ke tepi pantai.

"Saya tidak ikut mengambil terumbu karang ke laut, hanya mengambil sisa dari tumpukan kalau tak dibawa pemiliknya," katanya sambil menaikkan karung yang berisi serpihan terumbuk karang ke sepeda motornya.

READ MORE - TERUMBU KARANG MENTAWAI KIAN TERANCAM

MANGROVE HAMBAT PERUBAHAN IKLIM


Hutan mangrove

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa mangrove memberi sumbangan sangat potensial untuk mengurangi emisi karbon dibanding hutan hujan tropis. Masalahnya, mangrove terus mengalami kerusakan dengan cepat di sepanjang garis pantai, sejalan dengan persoalan emisi gas rumah kaca.

Para ahli dari Center for International Forestry Research (Cifor) dan USDA Forest Service menekankan perlunya hutan mangrove dilindungi sebagai bagian dari upaya global dalam melawan perubahan iklim.

"Kerusakan mangrove saat ini sudah pada tingkat yang menghawatirkan. Ini harus dihentikan. Penelitan kami menunjukkan bahwa hutan mangrove mempunyai peranan kunci dalam strategi mitigasi perubahan iklim," kata Daniel Murdiyarso, peneliti senior dari Cifor, Selasa (5/4/2011) malam.

Daniel mengemukakan, pada 15 -20 tahun lalu, luas hutan mangrove Indonesia masih sekitar 8 juta hektar. Saat ini diperkirakan tinggal 2,5 juta hektar.

Cifor mengungkapkan, sebuah studi yang dipublikasikan pada 3 April 2011 dalam Nature GeoScience, para ahli mengukur cadangan karbon dalam hutan mangrove berdasarkan atau luas areal wilayah Indo-Pasifik. Tidak ada studi selama ini yang mengintegrasikan pentingnya mengukur total cadangan karbon mangrove berdasarkan geografi atau luas wilayah hutan mangrove.

Dari hasil-hasil tersebut, para ahli mengestimasi bahwa tingkat pembusukan dan penguraian di hutan mangrove lebih cepat daripada hutan di daratan. Sebagian besar karbon disimpan di bawah hutan mangrove, yang dapat dilihat, yakni antara tanah dan air.

Mangrove hidup sepanjang pantai dari sebagian besar laut-laut utama di 188 negara. Sebanyak 30 sampai 50 persen berkurangnya mangrove sepanjang setengah abad lalu telah menimbulkan ketakutan. Sebab, bisa jadi mangrove akan punah seluruhnya dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun.

Kelanjungan mangrove juga terancam oleh tekanan pertumbuhan kota dan pembangunan industri, sebagaimana ancaman dari pertumbuhan tambak atau fish farm yang tidak terkendali.

"Saat ini belum ada kesadaran akan bahaya kehilangan mangrove bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Sehingga, setiap pemerintah harus ditekan agar menyadari pentingnya dan membuat kebijakan yang dapat melindungi hutan mangrove," kata Daniel.

Sumber : Kompas Indonesia

READ MORE - MANGROVE HAMBAT PERUBAHAN IKLIM

GANGGANG UNTUK BERSIHKAN AIR DARI LIMBAH NUKLIR

Senin, April 04, 2011

Ganggang bisa jadi solusi untuk bersihkan limbah nuklir setelah bencana, seperti bencana di Fukushima, Jepang

Pada saat pertemuan American Chemical Society di Anaheim, California, Amerika Serikat, ilmuwan dari Northwestern University di Evanston, Illinois, mengutarakan kalau ganggang Closterium moniliferum punya kemampuan menghilangkan isotop radioaktif strontium dari air. Ganggang tersebut menyimpan strontium dalam bentuk kristal yang terbentuk dalam struktur subseluler.

Masalahnya, hasil limbah reaktor atau pencemaran akibat kecelakaan juga mengandung bahan lain, seperti kalsium dan kalsium yang dihasilkan jumlahnya bisa mencapai 7 miliar kali lipat dibandingkan strontium. Ukuran strontium dan kalsium yang serupa membuat keduanya makin sulit dipisahkan.

Ganggang C. moniliferum sebetulnya tidak tertarik pada strontium. Ganggang yang mudah ditemukan ini tertarik pada barium. Tapi, ciri strontium yang berada antara kalsium dan barium membuat strontium membuat C. moniliferum juga mengakibatkan strontium mengkristal.

Strontium merupakan salah satu isotop berbahaya karena bisa masuk ke dalam tulang, sumsum, darah, dan jaringan lain. Radiasi yang dipancarkannya bisa menyebabkan kanker. Radioisotop itu baru akan berkurang setelah 30 tahun. "Itulah yang membuat strontium merupakan salah satu ancaman utama," kata Minna Krejci yang melakukan penelitian.

Krejci belum melakukan pengujian daya tahan ganggang saat ada aktivitas radioaktif. Tapi Krejci optimis ganggang dapat bertahan cukup lama untuk menghilangkan strontium karena proses pembersihan berlangsung cepat. "Pengkristalan berlangsung dalam waktu 30 menit sampai 1 jam," katanya.





READ MORE - GANGGANG UNTUK BERSIHKAN AIR DARI LIMBAH NUKLIR

PULAU DAUR ULANG DARI SAMPAH PLASTIK





Pulau sampah di lautan akan disulap menjadi pulau daur ulang

Ide untuk memanfaatkan sampah plastik di lautan dan mengubahnya menjadi sebuah pulau mandiri dicetuskan Ramon Knoester, seorang arsitek Belanda. Knoester bersama firma arsitekturnya Whim Architecture, berencana untuk membangun pulau berukuran 10 ribu kilometer persegi yang dapat dihuni manusia dan bahkan dapat digunakan untuk bercocok tanam.

Knoester dan timnya memang belum dapat memastikan berapa banyak sampah plastik yang mereka butuhkan sebelum akhirnya dilebur menjadi dasar pulau yang mengapung. Menurut Koestner, perlu waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan seluruh sampah plastik di samudera Pasifik karena tak ada yang tahu pasti berapa banyak puing-puing plastik yang mengapung di sana.

Ide Koestner ini kemudian dikaitkan dengan pulau sampah Pasifik (Great Pacific Garbage Patch), sebuah jalinan sampah plastik dengan ukuran yang diperkirakan mencapai dua kali luas negara bagian Texas, Amerika Serikat (luas Texas adalah 696.241 kilometer persegi). Sumber sampah yang membentuk pulau yang berlokasi di Samudera Pasifik Utara ini 80 persen berasal dari daratan dan 20 persen dari kapal yang berlayar dan sebagian besarnya berupa plastik.

Oleh karena itu, ide pulau daur ulang ini disebut-sebut sebagai salah satu solusi kreatif untuk membersihkan dan memanfaatkan sampah plastik yang ada di laut. Salah satu sumber menyebutkan tiga tujuan pengembangan proyek ini yaitu, membersihkan lautan dari sampah plastik, membangun sebuah pulau, dan membentuk sebuah habitat mandiri yang terbarukan.

Knoester bersama timnya merancang pulau daur ulang ini layaknya Venesia, di Italia. Kanal-kanal akan digunakan sebagai penunjang mobilitas penduduknya. Rumput laut dan toilet kompos nantinya akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah yang ada di pulau tersebut sehingga dapat digunakan untuk bercocok tanam. Sedangkan sumber energinya mengandalkan sinar matahari dan gelombang laut untuk menghasilkan listrik. Dengan demikian, pulau daur ulang ini bisa mandiri dan tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

READ MORE - PULAU DAUR ULANG DARI SAMPAH PLASTIK

TEBAR JALA, RAUP RUGI

Kamis, Maret 31, 2011


Seorang nelayan menebar jala untuk menangkap ikan. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menuding para pengimpor ikan beku ilegas jadi penyebab meruginya nelayan lokal.

Sejak perjanjian pasar bebas ASEAN-China, ikan terlalu mudah untuk diimpor. Harga ikan lokal tidak dapat bersaing dengan ikan impor yang lebih murah 30%. Kementerian akan keluarkan peraturan pelarangan impor ikan jenis tertentu.

READ MORE - TEBAR JALA, RAUP RUGI

AUSTRALIA BANGUN PUSAT PENELITIAN TERUMBU KARANG

Jumat, Maret 18, 2011


Pusat penelitian terumbu karang pertama di dunia dibangun di sebelah selatan gugusan karang Great Barrier Reef Australia. Di tempat ini para ahli bisa meneliti kerusakan karang akibat perubahan iklim. Mereka bisa melakukan ekperimen untuk melihat bagaimana reaksi terumbu karang terdapat oksidasi dan pemanasan global. Lab ini memiliki 72 akuarium dan 12 miniatur terumbu karang, dimana para ahli bisa menaikkan atau menurunkan temperatur dan kadar CO2 untuk mempelajari tingkat kerusakan dan respon ekosistem. Kondisi di lab ini dibikin sama dengan keadaan di perairan Wistari dekat Brisbane.

Laboratorium ini dibangun di Universitas Queensland sebagai bagian dari proyek Climate Change Mesocosm (CCM). Proyek CCM ini mempelajari suhu, tingkat keasaman di bawah dan permukaan laut serta kondisi air di terumbu karang, kata Sophie Dove, yang mengepalai lab ini.

Pusat penelitian ini juga dilengkapi empat tangki air besar yang bisa membuat 7500 liter air. Para ahli bisa menggunakan lab ini untuk melihat reaksi terumbu karang terhadap empat kondisi lautan: masa pra industri, kondisi saat ini, serta laut dengan temperatur dan CO2 sedang hingga tinggi.

Sumber : Green Radio

READ MORE - AUSTRALIA BANGUN PUSAT PENELITIAN TERUMBU KARANG

TERUMBU KARANG BALIK PAPAN "MENYUSUT"

Rabu, Maret 16, 2011

Diperkirakan hanya tinggal 10 persen wilayah perairan Balikpapan Kalimantan Timur, yang panjang total pesisirnya 80 km, masih ada terumbu karangnya. Nelayan baru beberapa tahun terakhir ini menyadari pentingnya terumbu karang setelah mereka kian sulit menangkap ikan dan harus melaut semakin jauh.

Saat ini, terumbu karang hanya bisa dijumpai di pesisir wilayah Teritip (Balikpapan Timur) dan perairan sekitar Pulau Balang (Balikpapan Barat). Menurut penuturan para nelayan, hingga awal tahun 90-an, masih banyak terumbu karang sepanjang pesisir Balikpapan.

Namun, satu demi satu, terumbu diambil dan dirusak dengan bom maupun jaring pukat harimau. Menurut Darwis (39), nelayan di Pantai Manggar, Balikpapan Timur, dulu, ia dan kawan-kawannya beranggapan terumbu malah menggangu. Selain merusak jaring, terumbu karang yang tajam, dikhawatirkan merusak badan bawah kapal serta karamba milik nelayan.

Darwis yang sudah melaut sejak kecil ini, dulu sering mengambil terumbu dengan harapan makin leluasa menjaring ikan besar karena dasar pantai lebih lapang. "Ketika ikan mulai sulit didapat, barulah saya sadar. Terumbu karang sangat penting," kata Darwis, Selasa (15/3/2011).

Tahun 1990-an, para nelayan di Manggar dan pesisir Balikpapan, bisa mendapat banyak ikan hanya dengan melaut sejauh 1-2 mil. Namun sekarang 10 mil lebih. Menurut Kamarudin (30), nelayan lain di Manggar, akibatnya adalah, nelayan boros waktu tenaga, dan bahan bakar.

Walikota Balikpapan Imdaad Hamid menegaskan Pemkot harus menggencarkan upaya pemulihan terumbu karang. Perusahaan harus digandeng untuk bekerja sama. "Sekarang, nelayan sudah mulai sadar ketika ikan-ikan mulai hilang karena tidak ada terumbu. Tiga tahun terakhir ini, tidak ada lagi perusakan terumbu," kata Imdaad, saat menerima bantuan sejumlah terumbu karang dari PT Thiess Indonesia, di Pantai Manggar, kemarin.

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Balikpapan Chaidar, mengutarakan, terumbu karang juga tak menggangu budidaya rumput laut nelayan. "Terumbu berada di kedalaman tiga meter, sedangkan rumput laut kan berada di permukaan," kata Chaidar.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - TERUMBU KARANG BALIK PAPAN "MENYUSUT"

40 PERSEN TERUMBU KARANG GORONTALO RUSAK PARAH

Selasa, Maret 15, 2011


GORONTALO - Sekitar 40 persen terumbu karang di Teluk Tomini yang ada di kawasan perairan Provinsi Gorontalo, diperkirakan rusak, disebabkan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Kepada Bidang Pengelolaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, Rugaya Biki, Selasa, mengatakan kerusakan banyak terjadi pada terumbu karang di daerah pesisir yang berdekatan dengan daratan.

Meski demikian, lanjutnya, secara umum nilai tutupan terumbu karang yang tersebar di pesisir dan pulau-pulau setempat , mulai menyusut, hancur dan tergerus akibat ulah manusia. "Terumbu karang di sejumlah pulau, seperti di pulau Asiangi, Lamua Daa, Raja dan Popaya, relatif masih baik tutupannya, yakni berkisar antara 50 hingga 80 persen," katanya.

Dia mengatakan, terumbu karang di kawasan Teluk Tomini, khususnya di Provinsi Gorontalo terdiri dari dua jenis, yakni terumbu karang cincin (Atol) dan terumbu karang tepian (Fringing Reef).

Terumbu karang berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai juga menahan dan memecah energi gelombang sehingga mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya. Selain itu, terumbu karang juga berfungsi sebagai rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut.

READ MORE - 40 PERSEN TERUMBU KARANG GORONTALO RUSAK PARAH

TERUMBU KARANG TELUK TOMINI SEMAKIN RUSAK

Selasa, Maret 08, 2011


Kondisi terumbu karang di Teluk Tomini yang masuk dalam wilayah pantai selatan Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, semakin rusak. Kerusakan terumbu karang semakin parah akibat akitivitas pengeboman ikan. Warga berharap polisi meningkatkan patroli di wilayah perairan tersebut.

Berdasar catatan Sustainable Coastal Livelihoods and Management (Susclam), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pelestarian alam wilayah Teluk Tomini, tutupan terumbu karang di bawah 50 persen pada tahun 2004. Diperkirakan tutupan terumbu karang di wilayah perairan Kabupaten Pohuwato tersebut semakin menurun pada tahun ini. Pasalnya, pengeboman ikan di wilayah tersebut masih marak terjadi.

"Maraknya pengeboman ikan ini akibat faktor ekonomi masyarakat nelayan. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku pengeboman ikan masih rendah," kata koordinator Susclam, Rahman Dako, Senin (7/3/2011) di Gorontalo.

Rahman menambahkan, kondisi tutupan terumbu karang di bawah 50 persen dikategorikan rusak. Kondisi lebih parah juga terjadi di perairan selatan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Ada beberapa lokasi di perairan di sana yang tutupan terumbu karangnya kurang dari 30 persen atau rusak berat.

Anggota Komisi C DPRD Pohuwato, Ibrahim Hamzah mengatakan, pengeboman ikan sudah meresahkan nelayan lokal di Pohuwato. Selain membunuh benih ikan, pengeboman juga berdampak pada hancurnya terumbu karang di wilayah perairan tersebut. Padahal, terumbu karang menjadi sarang ikan berbagai jenis.

"Kami meminta agar polisi perairan meningkatkan operasi di wilayah kami. Sebab, pengeboman ikan sudah sangat meresahkan. Selain merusak benih, terumbu karang juga turut hancur," kata Ibrahim.

Sumber : Kompas Indonesia


READ MORE - TERUMBU KARANG TELUK TOMINI SEMAKIN RUSAK

MASYARAKAT ENGGANO MINTA DIPASANGKAN SIRINE TANDA TSUNAMI

Senin, Maret 07, 2011

ENGGANO-- Masyarakat di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara meminta pemerintah memasang sirene peringatan dini tsunami di pulau berpenduduk lebih 2.800 jiwa itu.

"Sampai saat ini belum ada alat sirene tsunami yang dipasang di Pulau Enggano padahal sama seperti Bengkulu, daerah ini juga sering dilanda gempa bumi," kata Koordinator Kepala Suku Enggano yang disebut Pa'abuki Iskandar Zulkarnain Kauno di Enggano, Ahad.

Ia mengatakan setiap gempa besar yang melanda Bengkulu, getarannya dirasakan kuat oleh masyarakat yang tinggal di pulau berjarak 106 mil dari Kota Bengkulu itu. Untuk itu kata dia, perlu dipasang sistem peringatan dini berupa sirene tsunami untuk mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami yang berpotensi melanda pulau itu.

"Gempa besar tahun 2000 dan 2007 juga terasa sangat kuat di Enggano, bahkan masyarakat sudah banyak yang mengungsi, padahal di sini daerah yang tinggi sangat jauh dari pemukiman penduduk," jelasnya.

Ia berharap pemerintah memprioritaskan pemasangan sirene tsunami di pulau itu, selain masyarakat tetap siaga jika sewaktu-waktu gempa bumi terjadi. Iskandar mengatakan saat ini sudah ada jalur evakuasi yang dibuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di pulau itu, bahkan masyarakat juga sudah mendapat sosialisasi dan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu.

"Tapi alat itu tetap penting sebagai peringatan bagi masyarakat untuk melakukan penyelamatan diri sebelum bencana terjadi," katanya.

READ MORE - MASYARAKAT ENGGANO MINTA DIPASANGKAN SIRINE TANDA TSUNAMI

 
 
 

TENTANG FORKOM

FORKOM KOMUNIKASI MASYARAKAT PENCINTA TERUMBU KARANG merupakan wadah komunikasi diantara masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem terumbu karang, COREMAP dengan komponen penyadaran masyarakat telah berupaya mengkampanyekan berbagai program kepada masyarakat luas. Selengkapnya

TRANSLATE POST

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Forkom Komunitas